
PWMU.CO – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 1 Babat (Muh1ba) sukses menggelar Temu Kajian Ilmiah PR IPM tingkat SMA/MA/SMK Muhammadiyah se-Daerah Lamongan, Ahad (15/6/2025) di Aula SMA Muh1ba.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Prof Agus Purwanto DSc Guru Besar Fisika ITS dan pendiri Sekolah Trainsains sebagai pemateri utama; H Muzamil Huda SPd MPd dari Majelis Dikdasmen & PNF PCM Babat; jajaran PD IPM Lamongan; alumni M Najib dan istrinya yang merupakan dosen Universitas Bill Fatt Sekaran; civitas akademika SMA Muh1ba; serta perwakilan dari SMP Muhammadiyah 1 Babat dan SMA/SMK Muhammadiyah se-Lamongan.
Meskipun pagi itu langit mendung, semangat peserta tidak surut. Kegiatan dibuka secara resmi dan dimeriahkan penampilan Tari Saman, kebanggaan PR IPM SMA Muh1ba. Acara kemudian berlanjut ke sesi inti kajian ilmiah bertema Jejak Ilmiah dalam Al-Quran, Menuju Pintu Pengetahuan, yang dipandu oleh Wilda Nuril Haq dengan pemantik diskusi Audina Fitrotul Azka.
Dalam pembukaannya, Prof Agus Purwanto atau akrab disapa Gus Pur mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali hadir di SMA Muh1ba. “Saya bersyukur bisa hadir kembali di sekolah ini. Yang pertama pada tahun 2003 saat bedah buku, dan sekarang di acara kajian ilmiah,” kenangnya.
Pada sesi pertama, Gus Pur mengulas tema Islam dan Pengetahuan. Ia mengajak peserta mengenali pusat-pusat peradaban ilmu dalam sejarah Islam seperti Andalusia, Mesir, Irak, hingga Yunani. Ia juga menekankan pentingnya membaca dan belajar sebagai mandat dari wahyu pertama, dengan mengutip Surat al-‘Alaq ayat 1–5.
Ia kemudian menyebutkan sejumlah ilmuwan muslim yang berkontribusi besar terhadap kemajuan peradaban dunia, seperti Ibnu Hayyan, Al-Khawarizmi, Al-Jahiz, Ibnu Sina, Al-Ghazali, hingga Ibnu Syathir.
“Generasi muda Islam harus menguasai sejarah dan ilmu pengetahuan agar tidak mudah tertipu oleh narasi asing dan mampu bersaing di dunia global,” tegasnya.
Sebagai Guru Besar Fisika ITS, Gus Pur mengingatkan bahwa Al-Quran tidak hanya memuat ayat-ayat hukum, tetapi juga sarat dengan ayat-ayat tentang alam semesta. “Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surat, dan 6.236 ayat. Sebanyak 800 ayat membahas fenomena alam, sementara 160 ayat menjelaskan hukum,” paparnya.
Ia juga mengutip Surat al-Maidah ayat: 3 sebagai penegasan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, serta Surat al-Fath ayat 23 untuk menjelaskan prinsip sunnatullah sebagai hukum alam yang tak berubah.
“Dalam Al-Quran, ayat-ayat tentang alam menyajikan prinsip dasar fisika, baik secara eksplisit, implisit, maupun simbolik. Ini menunjukkan bagaimana Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Menutup sesi pertamanya, Gus Pur menyampaikan bahwa ulama sejati bukan hanya memahami ilmu agama, tetapi juga ilmu sosial dan ilmu alam. “Ulama adalah ilmuwan yang paham Din al-Islam secara integral,” pungkasnya. (*)
Penulis Ali Ahmadi Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments