Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Temukan Kesenjangan Sosial, UM Gresik, Bappeda, dan Dinsos Bersinergi Berikan Solusi Nyata

Iklan Landscape Smamda
Temukan Kesenjangan Sosial, UM Gresik, Bappeda, dan Dinsos Bersinergi Berikan Solusi Nyata
Kesenjangan kualitas kesejahteraan masih terlihat di Gresik, Jawa Timur, meliputi pemenuhan hak anak, layanan kesehatan, dan kesiapan sumber daya manusia (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kesenjangan kualitas kesejahteraan masih terlihat di Gresik, Jawa Timur, meliputi pemenuhan hak anak, layanan kesehatan, dan kesiapan sumber daya manusia. Padahal, Gresik merupakan daerah dengan kawasan pusat industri berskala nasional dan internasional. Namun, terjadi kesenjangan penyerapan tenaga kerja lokal dan pekerja dari luar Gresik.

Temuan tersebut terungkap dalam kegiatan sinergi antara Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, yang mengkaji 26 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) belum terakreditasi, Selasa (12/8/2025).

“Banyak pekerja di industri berasal dari luar Gresik dengan gaji tinggi, sementara warga lokal umumnya mendapat pekerjaan berupah rendah,” jelas peneliti UMG Dr. Sukaris SE MSM.

Selain itu, pekerja sektor informal seperti perikanan, pertanian, dan UMKM banyak yang berpenghasilan di bawah UMK Gresik 2024 sebesar Rp4.642.031.

Meski begitu, ditemukan praktik baik seperti penerapan disiplin positif, penghargaan terhadap martabat anak, dan pemenuhan hak pendidikan. Temuan lain mencakup anak-anak yang membutuhkan dukungan kesehatan, pengasuh yang berdedikasi di tengah keterbatasan, dan pengelola LKS yang tetap menjaga layanan dengan sarana minim.

Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bappeda, Havy Wardhana ST, menyebut kajian ini sebagai fondasi penyusunan kebijakan tepat sasaran. Kabid Pemberdayaan Sosial, Choirul Arif SKom, menegaskan komitmen memperkuat pendampingan agar LKS memenuhi standar layanan pemerintah.

Sukaris menekankan, penelitian ini adalah kontribusi nyata perguruan tinggi untuk pembangunan daerah, dengan rekomendasi strategis seperti peningkatan fasilitas dasar, pelatihan teknis, pembentukan tim pemantau mutu internal, penguatan jejaring kemitraan, hingga pengembangan modul hak anak. Semua dirancang berkelanjutan untuk memberi dampak langsung bagi penerima manfaat.

“Kolaborasi Bappeda, Dinsos, dan UMG membuktikan bahwa kebijakan, pendampingan, dan riset ilmiah dapat berjalan seiring menuju perubahan positif bagi kelompok rentan di Gresik,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu