Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Terbukti, Pelayanan Model Ini Menentukan Maju Mundurnya Sekolah

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Kepala SMA Muhammadiyah 2 (smamda) Sidoarjo, Wigatiningsih memberikan arahan dalam dalam rapat kerja guru dan karyawan di auditorium Nyai Siti Walidah (foto: R6/pwmu.co)

PWMU.CO-Memajukan sekolah tidak lepas dari urusan pelayanan. Bahkan maju tidaknya sebuah lembaga ditentukan dari seberapa baik layanan yang diberikan (excellent service). Hal itu disampaikan Kepala SMA Muhammadiyah 2 (smamda) Sidoarjo, Wigatiningsih dalam rapat kerja guru dan karyawan smamda Sidoarjo di auditorium Nyai Siti Walidah, Kamis (5/7/2018).

Orang nomor satu smamda ini mewanti-wanti agar guru dan karyawan memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan tiga hal. Pertama adalah kemasan. Kemasan yang ditampilkan harus menarik dan praktis. Sebagus apapun sebuah product tapi tidak dikemas dengan baik maka tidak akan menarik. Kemasan yang menarik juga belum menjamin disukai orang jika tidak praktis.

“Jadi,  kemasan harus menarik dan praktis. Jika kita bisa menjual bungkusnya, kita tidak usah repot-repot jual isinya. Kesan pertama sudah begitu menggoda, selanjutnya terserah anda,” kelakar Wigatiningsih seraya menunjukkan contoh sebuah product kripik singkong yang mahal karena kemasannya menarik.

Kedua, lanjut dia,  adalah layanan (service). Dalam memberikan layanan harus sepenuh hati dan disertai komunikasi yang baik. Setiap orang akan kecewa jika mendapatkan pelayanan setengah hati. Imbasnya pasti disertai komunikasi dengan yang kurang baik. “Senyum salam sapa harus diberikan dengan perkataan yang baik. Qoulan makrufaa. Sesuai motto pelayanan smamda, bersama memberikan pelayanan terbaik, sesuai nilai-nilai ajaran Islam,” beber perempuan yang menjadi Pendekar Tapak Suci itu.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ketiga, kata dia, adalah kecepatan. Dalam urusan layanan kecepatan menjadi sumber kepuasan konsumen. Kecepatan itu bisa dilihat dari kepastian waktu dan terukur. Ia memberikan contoh finger prints yang dilakukan siswa setiap pagi sehingga menjadi acuan bagi orang tua siswa bahwa putra-putrinya sudah sampai di sekolah.

Suasana rapat kerja guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 (SMAMA) Sidoarjo yang digelar di auditorium Nyai Siti Walidah (foto: R6/pwmu.co)

“Begitu siswa sudah finger  prints, harus langsung terkirim ke orang tua saat itu juga. Jangan sampai siang apalagi sore,” tegas perempuan kelahiran Lamongan ini. Semua itu, tambah dia, bisa terlaksana dengan baik jika seluruh komponen memiliki komitmen dan bergerak bersama sesuai bidang masing-masing. *(R6)*

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu