Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Terima Audiensi IMM UINSA, Ini Empat Pesan Kehidupan Edy Susanto

Iklan Landscape Smamda
Terima Audiensi IMM UINSA, Ini Empat Pesan Kehidupan Edy Susanto
pwmu.co -
Terima Audiensi IMM UINSA, Ini Empat Pesan Kehidupan Edy Susanto
Dokumentasi kader IMM UINSA bersama Edy Susanto, Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Ababil/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edy Susanto MPd, memberikan nasehat inspiratif kepada kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya saat kunjungan silaturahmi di kantornya, Rabu (30/7/2025).

Dalam pertemuan hangat tersebut, Edy membagikan refleksi perjalanan hidupnya yang dirumuskan dalam empat kunci sukses: penyadaran, penyesuaian, pengembangan, dan pengendalian diri.

“Hidup itu kuncinya dampak. Dan untuk menciptakan dampak itu, kita harus mulai dari menyadari diri: siapa kita dan apa tujuan kita,” tuturnya di hadapan para kader IMM.

Penyadaran Diri: Dasar Regulasi dan Target Hidup

Menurut Edy, penyadaran diri menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan arah hidup. “Kita harus sadar diri. Mahasiswa ya tugasnya belajar. Tapi jangan asal belajar, harus punya target. Banyak orang gagal karena tidak tahu langkah-langkah menuju target itu,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya regulasi diri agar motivasi tumbuh dari dalam, bukan karena paksaan luar. “Pemimpin itu dilahirkan dari proses, bukan dicetak instan,” ucapnya. Ia menyinggung contoh tokoh nasional yang muncul secara instan namun menuai banyak kritik karena tidak ditempa dalam perjuangan panjang.

Adaptasi: Menyambut Perubahan Zaman

Dalam era teknologi saat ini, kemampuan beradaptasi menjadi sangat krusial. Edy menyebutkan teori Darwin bahwa yang bertahan bukan yang terkuat, tapi yang mampu beradaptasi.

“Kita harus bisa adaptasi dengan lingkungan dan perubahan zaman. Sekarang era teknologi. Kalau kita gagal mengikuti teknologi, sulit untuk berkembang,” katanya.

Ia pun menceritakan dirinya yang terus belajar dan beradaptasi, bahkan dari media sosial seperti TikTok dan YouTube. “Saya juga belajar sedikit-sedikit dari teman-teman, supaya tidak ketinggalan,” ujarnya.

Dokumentasi Audiensi IMM UINSA bersama Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Ababil/PWMU.CO)

Pengembangan Diri: Jangan Hanya Fixed Mindset

Edy mengajak para kader untuk terus mengembangkan diri dengan menjadi pribadi yang growth mindset. “Minimal kita harus punya satu keterampilan. Entah itu memasak, servis elektronik, main gitar, atau bahasa asing. Itu semua bisa dipelajari dari teknologi,” ungkapnya.

Ia menyebut perkembangan diri juga mencakup peningkatan pendidikan. “Sekarang S1 saja bisa ditolak. Minimal kita harus bisa selesai S2 untuk membangun kepercayaan diri,” katanya.

Menurutnya, organisasi seperti IMM juga menjadi wadah pengembangan diri yang sangat efektif. “Ikut organisasi itu penting untuk membentuk karakter dan kemampuan sosial,” tambahnya.

Pengendalian Diri: Harga yang Mahal

Terakhir, Edy menekankan pentingnya self-control atau pengendalian diri. “Boleh kita hebat, tapi banyak orang jatuh karena tidak bisa mengendalikan dirinya,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga diri dari godaan yang menjatuhkan.

“Polusi pikiran itu nyata. Apalagi kalau sudah jadi kepala sekolah. Tapi saya punya resepnya. Nanti kita bahas di kesempatan berikutnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Silaturahmi tersebut ditutup dengan harapan agar kader IMM mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. (*)

Penulis M Tanwirul Huda Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu