Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tetap Istikamah dalam Iman di Tengah Ujian dan Nikmat

Iklan Landscape Smamda
Tetap Istikamah dalam Iman di Tengah Ujian dan Nikmat
Foto: Freepik
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Hari Jumat kembali hadir, menyapa kita dengan cahaya pagi yang terasa akrab. Matahari terbit seperti biasa di ufuk timur dengan warna keemasan yang menenangkan. Burung-burung berkicau, dan udara pagi masih membawa sisa kesejukan malam.

Sekilas, tidak ada yang berubah dari dunia ini. Namun sesungguhnya, di balik matahari yang sama, tersimpan kisah-kisah manusia yang berbeda.

Di sebuah rumah sederhana, pagi disambut dengan tawa. Seorang ayah bersiap berangkat kerja dengan langkah ringan karena usahanya mulai menunjukkan hasil. Seorang ibu menyiapkan sarapan sambil bersyukur atas kesehatan keluarganya. Anak-anak bergegas ke sekolah dengan wajah ceria. Pagi itu terasa lapang dan penuh harapan.

Namun di rumah lain, pada waktu yang sama, suasana terasa berbeda. Ada yang terbangun dengan mata sembab karena semalaman menjaga anaknya yang demam. Ada yang termenung memikirkan tagihan yang belum terbayar. Ada pula yang baru saja kehilangan orang tercinta, sehingga sinar matahari pagi justru terasa perih di dada.

Matahari yang sama menyinari dua rumah itu, tetapi perasaan yang menyambutnya tidak pernah sama.

Kehidupan yang Silih Berganti: Ujian dan Nikmat

Begitulah kehidupan berjalan. Ada hari-hari yang kita lalui dengan kemudahan, dan ada hari-hari yang terasa begitu berat. Hari ini kita mungkin memasuki pagi dengan tawa, tetapi esok bisa saja kita memasukinya dengan air mata.

Hari ini kita menikmati rezeki yang cukup, kesehatan yang prima, dan keluarga yang utuh. Namun esok hari bisa jadi kita diuji dengan musibah, kehilangan, atau kegagalan.

Inilah dunia. Hidup tidak pernah menjanjikan bahwa kita akan selalu berada di titik yang sama. Ada suka dan duka. Ada sehat dan sakit. Ada lapang dan sempit. Semua datang silih berganti seperti siang dan malam.

Seorang pedagang mungkin hari ini dagangannya laris manis, tetapi bulan depan bisa saja sepi pembeli. Seorang pegawai mungkin hari ini menerima promosi jabatan, tetapi suatu saat menghadapi kritik atau kehilangan pekerjaan. Seorang mahasiswa mungkin hari ini lulus dengan bangga, tetapi kemudian harus berjuang keras mencari pekerjaan.

Setiap fase kehidupan membawa warna dan pelajarannya sendiri.

Istikamah dalam Iman dan Amal Saleh

Di tengah perubahan itu, ada satu hal yang harus tetap: iman dan amal saleh. Jika kemarin kita beriman, maka hari ini pun kita harus tetap beriman. Jika kemarin kita menjaga salat, menunaikan amanah, dan berbuat baik kepada sesama, maka hari ini pun kita perlu melakukannya dengan kesungguhan yang sama—bahkan lebih baik lagi.

Renungan Hari Jumat ini mengingatkan kita bahwa konsistensi dalam kebaikan jauh lebih penting daripada sekadar semangat sesaat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Jika kemarin kita terjatuh dalam dosa, jangan biarkan hari ini berlalu tanpa tobat. Bisa jadi justru hari ini adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kembali. Banyak titik balik kehidupan lahir dari kesadaran akan kesalahan.

Seperti seorang hamba yang tersadar di sepertiga malam, menengadahkan tangan dengan hati yang remuk, lalu memulai hari dengan tekad baru. Di situlah awal perubahan dimulai.

Menggapai Husnul Khatimah di Setiap Hari Jumat

Hidup akan terus berjalan. Waktu tidak pernah berhenti menunggu kita. Karena itu, yang terpenting bukanlah apakah kita selalu berada dalam kondisi mudah atau sulit, tetapi bagaimana kita mengakhiri perjalanan itu.

Setiap amal tergantung pada akhirnya. Maka yang paling kita butuhkan bukan hanya keberhasilan duniawi, melainkan husnul khatimah—akhir kehidupan yang baik.

Di sinilah pentingnya istikamah. Tetap bekerja dengan jujur dan sungguh-sungguh meski hasil belum terlihat. Tetap beribadah meski hati kadang terasa kering. Tetap berbuat baik meski tidak selalu mendapat balasan yang setimpal.

Sebab yang menilai bukanlah manusia, melainkan Allah Yang Maha Melihat.

Kita tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya. Maka di setiap Hari Jumat, marilah kita memohon taufik dan hidayah-Nya. Mohon agar diberi hati yang teguh saat diuji, hati yang rendah saat diberi nikmat, dan hati yang selalu ingin kembali ketika tergelincir.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kemudahan dalam setiap langkah—baik dalam bekerja maupun dalam beribadah.

Semoga apa pun keadaan yang kita hadapi hari ini, kita tetap mampu menjalaninya dengan iman, harapan, dan semangat yang tidak pernah padam.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu