Meskipun usia yang bisa dibilang tidak muda lagi, mereka semuanya di atas 50 tahun, korp alumni SMPM 12 Spemudas 1990 dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah 1993 ini nampak awet bahagia baik suka dan duka, aksi mereka sempat ditunjukkan di event kegiatan yang bertajuk Goes to Malang For Takziyah, Jumat (23/1/2026).
Rombongan berjumlah 34 orang yang diangkut bus mini dari Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur ke Malang jam 03.00 WIB ini sebenarnya bertujuan untuk bertakziyah ke salah satu teman, Didi Wibowo yang wafat 10 Januari 2026 di Jalan Tlogo Joyo Gang 4 Nomer 61.C Tlogomas Lowokwaru, kota Malang.
Setiba di lokasi rumah duka untuk bertakziyah, dengan nuansa penuh duka yang mendalam atas wafatnya teman yang tidak pernah ketemu selama 33 tahun, dan baru bergabung di WhatsApp grup alumni belum genap setahun ini, kini harus berpisah selamanya dan tak pernah sekali pun bertemu muka langsung setelah lulus dari MA Al-Ishlah puluhan tahun silam.
Almarhum 52 tahun yang asli Doto Sidokelar Paciran Lamongan ini dikenal hangat dan akrab dalam bergaul, dalam berinteraksi di dunia Maya, WhatsApp pun menjadi heboh dan seru karena kehadirannya mampu merubah grup WA yang semula sepi menjadi rame dengan perbincangan seru tentang kenangan masa lalu dan kelucuannya dalam bercanda saat on-line.
Usai takziyah mereka bergeser ke alun-alun Batu untuk istirahat dan menunaikan salat Jumat sekaligus makan siang yang telah dipesan sebelumnya, dan usai itu, perjalanan dilanjut naik ke tempat yang menanjak berkelok dan penuh kabut ke tempat wisata, Santera De Laponte hingga sore hari.
Meskipun hujan lembut menyelimuti tempat wisata yang indah dan luas ini, rombongan alumni tetap semangat masuk, usai bayar tiket 30 ribu mereka langsung foto dan menikmati wisata dengan naik kereta golf yang disewa 25 ribu sambil bercanda dan bernyanyi seru penuh bahagia.
Di tempat ini keseruan benar-benar tidak bisa dihindari, penuh canda gelak tawa, apa lagi saat naik kereta golf dengan duduk berpasangan suami istri mereka bak penganten baru yang baru dipertemukan.
“Kemesraan ini langka terjadi, di Santera ini tiba-tiba ‘Ojob’ (suami saya) lebih berani dalam mengekspresikan cintanya, ya baru dia begitu nampak mesra memeluk di tempat umum,” seloroh Indahnur, salah satu rombongan alumni MA Al-Ishlah ini.
H. Arif Santoso Djaiz tak mau kalah, dengan disaksikan teman seangkatan dia tunjukkan aksi kemesraannya kepada istrinya Hj. Nur Hidayah, dia duduk di kereta golf terdepan sambil sesekali menatap istrinya yang dinikahinya 30 tahun silam.
Dengan lagu penganten baru yang hit di era 1980an oleh Nasyida Ria, lagu ini sangat cocok untuk momen pernikahan, menggambarkan kebahagiaan dan kesyukuran pasangan baru menikah.
“Duhai senangnya pengantin baru
Duduk bersanding bersenda gurau
Aduh senangnya pengantin baru
Duduk bersanding bersenda gurau
Bagaikan raja dan permaisuri
Tersenyum simpul bagaikan bidadari,” dinyanyikan rame-rame oleh teman di sekelilingnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments