Yogyakarta menjadi saksi perjalanan edukatif penuh makna yang diikuti oleh seluruh murid kelas 6 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A.
Melalui kegiatan studi wisata yang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (9-10/1/2026), para murid diajak belajar langsung dari alam, sejarah, dan budaya, sekaligus mempererat kebersamaan menjelang akhir masa belajar mereka di jenjang sekolah dasar.
Kegiatan studi wisata ini diselenggarakan dengan melibatkan 120 murid kelas 6 sebagai peserta dengan 15 pendamping. Yogyakarta dipilih sebagai tujuan utama karena memiliki kekayaan sejarah, nilai edukasi, serta keterkaitan erat dengan perjalanan Muhammadiyah, khususnya perjuangan KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri persyarikatan.
Kunjungan ke Kampung Kauman
Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah kunjungan ke Kampung Kauman Yogyakarta dan Masjid Gedhe Kauman. Di tempat bersejarah tersebut, para murid diajak mengenal secara langsung akar sejarah Muhammadiyah.
Mereka mendapatkan penjelasan tentang kehidupan KH Ahmad Dahlan, perjuangannya dalam melakukan pembaruan pemikiran Islam, serta peran Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, sosial, dan dakwah di Indonesia. Masih di Kampung Kauman, mereka juga mengunjungi Langgar Kidul sebagai tempat berdakwah KHA Dahlan, juga Langgar Aisyiyah yang merupakan langgar khusus perempuan pertama di Indonesia.
Perjalanan edukatif berlanjut ke Taman Pintar Yogyakarta. Tempat wisata edukasi ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi seluruh murid. Dengan penuh semangat, mereka mencoba berbagai wahana pembelajaran interaktif yang tersedia. Mulai dari pengenalan planet dan tata surya, simulasi gempa bumi, dan eksperimen listrik. Berbagai permainan sains tersebut yang dirancang untuk mengasah logika dan rasa ingin tahu.
Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai kunjungan di Taman Pintar. Para murid tampak aktif bertanya, mencoba, dan berdiskusi dengan teman-temannya. Pembelajaran yang biasanya mereka dapatkan di dalam kelas, kini dapat dirasakan secara langsung dan menyenangkan. Hal ini membuat pengalaman belajar menjadi lebih membekas dan bermakna.
Merapi Park
Keseruan semakin meningkat saat rombongan mengunjungi kawasan Merapi Park. Di lokasi ini, seluruh murid merasakan pengalaman yang sangat berkesan, yaitu menaiki jeep Lava Tour Merapi. Bagi sebagian besar murd, ini merupakan pengalaman pertama yang penuh tantangan dan adrenalin.
Selama di Merapi Park, para murid diajak mengunjungi Petilasan Mbah Maridjan, sosok yang dikenal luas sebagai juru kunci Gunung Merapi. Selain itu, mereka juga mengunjungi Bunker Kaliadem yang menjadi saksi bisu dahsyatnya erupsi Merapi.
Puncak keseruan terjadi saat jeep melewati jalur ekstrem lava tour. Teriakan kegembiraan, tawa, dan rasa takjub terdengar dari seluruh murid, menciptakan suasana penuh kebahagiaan dan keberanian.
Pada malam hari, kebersamaan murid semakin terasa melalui kegiatan pentas seni yang dilaksanakan di hotel setelah makan malam. Seluruh murid mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.
Setiap kelas menampilkan pertunjukan seni yang beragam, mulai dari menyanyi, tari modern dan drama. Pentas seni ini menjadi wadah bagi murid untuk mengekspresikan bakat, melatih kepercayaan diri, serta mempererat solidaritas antar teman.
Pembelajaran Nyata
Kepala Sekolah SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari SPd, mengungkapkan studi wisata ke Yogyakarta ini dirancang sebagai perjalanan menelusuri jejak sejarah, nilai, dan perjuangan, sekaligus sebagai ruang pembelajaran nyata bagi murid.
“Dengan menelusuri Kampung Kauman, Langgar Kidul, dan Masjid Gedhe, murid diajak memahami jejak lahirnya Muhammadiyah, menyelami semangat dakwah, pendidikan, dan pembaruan yang diwariskan para pendiri, serta meneladani keteguhan iman dan akhlak mereka dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Meita.
Perjalanan Hari Ke Dua
Keesokan harinya, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Malioboro. Di kawasan ikonik Yogyakarta ini, para murid mengelilingi area sambil menikmati suasana kota budaya. Mereka juga mengabadikan momen dengan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari perjalanan studi wisata yang penuh cerita.
Setelah itu, rombongan menuju New Rivermoon Klaten untuk mengikuti kegiatan susur sungai.
Setibanya di lokasi, seluruh murid bergegas melaksanakan salat Zuhur terlebih dahulu sebelum bersiap mengenakan perlengkapan keselamatan. Dengan helm dan pelampung, para murid menyusuri aliran sungai sepanjang kurang lebih dua kilometer. Cuaca hujan pada hari itu membuat aliran sungai lebih deras, sehingga menambah tantangan dan keseruan kegiatan tubing.
Meski demikian, para murid tetap terlihat berani dan menikmati setiap momen, didampingi oleh pemandu profesional. Salah satu murid kelas 6, Idlan Nafisah Ivanaldan, mengungkapkan rasa bahagianya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Saya sangat senang ikut studi wisata ini. Naik jip di Merapi itu seru sekali dan menegangkan. Arung sungai di Rivermoon juga menantang karena arusnya deras. Intinya saya bahagia,” ungkapnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments