Tiga kelompok ekstrakurikuler SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi menggelar kemah Binarasa selama dua hari, Jum’at-Sabtu (23-24/01/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Camping Ground Pinus Dusun Sumberbulu Desa Sumberagung kecamatan Songgon Banyuwangi.
Adapun ketiga kelompok ekstrakurikuler tersebut yakni Tapak Suci (TS), Remaja Masjid (Remas) Alumni dan ekstra Teater Lam Alif.
Bangun Kebersamaan
Kegiatan kemah Binarasa tahun 2026 ini mengusung tema Kebersamaan Keorganisasian Kedisiplinan dan sudah memasuki tahun ketiga.
Rombongan peserta kemah Binarasa yang terdiri dari 50 puluh peserta didik. Mereka berangkat dari sekolah pada Jum’at (23/01/2026) pukul 14.00 WIB.
Kepala SMA Muha Genteng Ani Sudarmi MPd melepas keberangkatan dengan beberapa pesan singkatnya. “Selamat menjalankan kegiatan, semoga Allah SWT. selalu menjaga dan melindungi kalian semua” terangnya.
“Jangan lupa ikuti arahan para pembina dan yang lebih penting jaga nama baik sekolah, lewat sikap, tata krama, unggah-ungguh kalian sekolah kita akan selalu di senangi masyarakat” tambah Ani.
Pada awalnya kemah Binarasa diprakarsai oleh kelompok ektra Teater Lam Alif sebagai mengolah rasa di alam yang sangat jauh dengan pemukiman penduduk.
Suasana pendukung yang tenang dan asri sangat dibutuhkan untuk pendalaman karakter bagi pemain teater. Terlebih setelah beberapa kali mendapatkan materi teori dan praktek secara umum di sekolah.
“Di tempat ini, di bumi perkemahan pinus camp, anak-anak kita tempa sekaligus pembelajaran untuk menghidupkan rasa. Agar dalam setiap melakonkan peran betul-betul bisa menjiwai dan muncul ruh pada karakter yang diperankan” ujar guru pembina ekstra Teater, Ahmad Khairudin.
Seiring dengan perjalanan waktu, beberapa pembina ekstrakulikuler SMA Muha berkoordinasi untuk menyatukan pembinaan karakter dalam rangka menata mental para peserta didik dalam suatu wadah yang sama.
Kemudian, mereka sepakat untuk mengadakan kegiatan bersama yang kebetulan ada acara kemah Binarasa. Dari koordinasi tiga kelompok ekstra dan setelah musyawarah, kemudian muncul tema sebagaimana tersebut, yaitu kebersamaan keorganisasian kedisiplinan.
Kegiatan di Bumi Perkemahan
Selama di bumi perkemahan, secara keseluruhan kegiatan terbagi menjadi dua, yaitu kegiatan umum dan kegiatan khusus.
Untuk kegiatan umum diberlakukannya aturan kepada semua peserta kemah dan tidak boleh dilanggar dalam upaya menerapka unsur kebersamaan dan kedisiplian.
Di antaranya shalat berjamaah, makan bersama baik sarapan, makan siang, maupun makan malam. Kemudan senam bersama dan pelaksanaan perjalanan sehari (Perjari).
Sedangkan untuk kegiatan keorganisasian atau kegiatan khusus, masing-masing kelompok ekstra membentuk grup sendiri-sendiri dengan penempaan mental sesuai dengan bidang masing-masing.
Di tangah malam dengan hawa dingin hutan pinus, suasana kebersamaan merangkul kepada semua peserta kemah binarasa.
Seonggok api unggun menambah kehangatan suasana. Seolah ikut menjadi saksi penampilan pembacaan puisi Teater Lam Alif.
Penampilan beberapa jurus TS dan lagu Islami dengan gitar akuistik dari Remas Alumni, kebersamaan tiga kelompok ekstra larut dalam keheningan suasana hutan.
Hingga pada pukul 22.00 WIB, berakhirlah acara tersebut. Selanjutnya semua peserta kemah binarasa istirahat untuk persiapan shalat malam, bersambung shalat subuh dan pagi harinya dengan kegiatan Perjari.





0 Tanggapan
Empty Comments