Kehilangan selalu terasa berat. Namun, kehilangan yang paling menyakitkan adalah ketika seseorang kehilangan kedekatan dengan Allah.
Hati menjadi gelisah, hidup terasa hampa, dan segala urusan seakan dipenuhi beban. Padahal hanya dengan mengingat Allah, hati memperoleh ketenangan.
Meski demikian, seorang hamba yang bersabar dalam menghadapi ujian kehilangan justru bisa semakin dekat kepada-Nya.
Sebab, segala sesuatu yang kita miliki sejatinya milik Allah, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Allah pun menjanjikan pengganti yang lebih baik dari apa yang hilang.
Berikut tiga hal besar yang ketika hilang, membuat hidup terasa sempit dan berantakan:
1. Ketenangan
Ketenangan adalah nikmat dunia yang tak ternilai. Tanpa ketenangan, rumah tak lagi nyaman, keluarga kehilangan kedamaian.
Sebanyak apa pun harta, setinggi apa pun jabatan, sebesar apa pun rumah—semuanya tak akan berarti tanpa ketenangan.
Dan ketenangan itu terletak pada tiga hal:
- Ibadah kepada Allah.
- Menjaga lisan dari banyak bicara.
- Menjauh dari perkara yang sia-sia.
2. Orang Tua
Kehilangan orang tua mengubah segalanya.
Selama mereka ada, seberat apa pun masalah, masih ada tempat untuk pulang, bercerita, dan berbagi beban.
Namun ketika mereka tiada, dunia terasa sepi. Banyak keluarga yang akhirnya terpisah karena tak ada lagi sosok yang menyatukan.
Karena itu, selagi mereka masih ada, rawatlah orang tua dengan sebaik-baiknya. Jangan menunda untuk berbakti. Jangan biarkan emosi dan kebiasaan menunda membuatmu menyesal ketika semuanya sudah terlambat.
3. Cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala
Inilah kehilangan yang paling fatal. Jika cinta Allah tercabut dari seorang hamba, maka tiada lagi tempat yang nyaman di dunia, bahkan di akhirat.
Neraka begitu menyiksa bukan hanya karena api yang menyala-nyala, tetapi karena Allah mencabut kasih sayang-Nya dari para penghuninya.
Kehilangan cinta Allah adalah penderitaan paling besar yang tak ada tandingannya di seluruh alam semesta.
Kesimpulannya, kehilangan duniawi memang menyakitkan, tetapi kehilangan ketenangan, kehilangan orang tua, dan terutama kehilangan cinta Allah adalah kehilangan yang paling menyiksa. Maka selagi ada, jagalah semuanya dengan penuh syukur dan kesungguhan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments