
PWMU.CO – Kemeriahan Akhirussanah SMP Muhammadiyah 1 (SMP Mutu) Babat, Lamongan yang ke-69 berlangsung di Gedung Sang Bale Pencerah, Gedong Kulon, Sabtu (21/6/2025).
Dalam sambutannya, Kepala SMP Mutu, M Sande Ariawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para wali murid yang telah mempercayakan putra-putrinya selama tiga tahun untuk diajar, dididik, dan digembleng dengan berbagai macam kegiatan.
“Hari ini kami serahkan kembali kepada Bapak Ibu sekalian. Semoga kebiasaan baik selama di SMP Mutu dapat diteruskan pada jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dia mengatakan, pelaksanaan Akhirussanah ke-69 ini memiliki tiga keistimewaan yang patut disyukuri.
Keistimewaan Tempat
“Pertama, biasanya Akhirussanah dilaksanakan di halaman SMP Mutu. Ini sudah berkali-kali. Tahun lalu dilaksanakan di Balai Kelurahan Babat, dan sekarang di Bale Sang Pencerah. Ini adalah keistimewaan,” tutur Sande.
“Bale Sang Pencerah ini luasnya 1.200 m², berada di lahan seluas 13.000 m² milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, sesuai informasi dari ketuanya, Ahmad Arif Rahman Saidi,” tambahnya.
Kehadiran Alumni Istimewa
Keistimewaan kedua adalah kehadiran Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, yang merupakan alumni SMP Mutu tahun 2001.
“Dua puluh empat tahun sejak lulus dari SMP Mutu. Tentu ini suatu kebanggaan tersendiri, karena dihadiri oleh kakak kelas kami yang kini diberi amanah sebagai Wakil Wali Kota Malang,” jelasnya.
Menurut Noerul Faosa, salah satu guru Ali Muthohirin yang kini masih aktif mengajar di SMP Mutu, “Ali Muthohirin, ketika di SMP Mutu, termasuk anak yang cerdas dan lucu. Dia juara di kelasnya dan termasuk anak yang pandai bergaul, meskipun pendiam.”
Wisuda Penuh Makna
Keistimewaan ketiga, lanjut M Sande Ariawan, adalah proses pemanggilan saat wisuda.
“Istimewa, saat wisuda disampaikan nama kedua orang tua, alamat, serta cita-cita. Penyebutan cita-cita bermacam-macam: ada yang ingin jadi guru, perawat, tentara, gubernur, dan lain sebagainya. Ini merupakan azam mereka, semoga dapat tercapai. Menjadi catatan tersendiri,” tambahnya.
Ia juga memberikan pesan kepada siswa-siswi kelas IX yang telah purna.
“Kebiasaan yang baik jangan ikut dipurnakan atau dianggap selesai di SMP Mutu. Jangan dipurnakan. Jadilah generasi Sang Pencerah. Sekarang anak-anak sudah ada yang hafal sampai 10 juz. Bila dilanjutkan, program diintensifkan, dan selalu dievaluasi, maka hafalan pun akan meningkat,” ujar pendekar Tapak Suci ini.
Sebagai informasi, tahun ini jumlah siswa meningkat. Ruang kelas pun harus ditambah. Maka, kantin yang sebelumnya berada di ruang bawah dipindah ke atas dan dibuatkan kantin yang lebih representatif.
“Dengan rasa optimis, semoga pekerjaan ini dapat terselesaikan pada awal tahun pelajaran 2025–2026 dan berjalan lancar,” pungkasnya.
Penulis Hilman Sueb Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments