
PWMU.CO – Kemenangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia atas China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tak hanya membawa kabar gembira bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Di balik kemenangan itu, ada cerita inspiratif dari tiga pemain muda yang tak hanya bersinar di lapangan hijau, tetapi juga aktif sebagai mahasiswa di kampus Muhammadiyah.
Mereka adalah Rizky Ridho Ramadhani dan Ramadhan Sananta, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), serta Ricky Kambuaya, mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong.
Ketiganya menjadi bagian dari skuad Garuda asuhan Patrick Kluivert yang melaju ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pada laga Kamis malam (5/6/2025) di Stadion Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia mengalahkan China 1-0. Gol semata wayang itu cukup untuk memastikan langkah Timnas ke babak selanjutnya, setelah Arab Saudi menang 2-0 atas Bahrain.
Dari 27 pemain yang dipanggil, tiga nama mahasiswa Muhammadiyah ini mencuri perhatian. Rizky Ridho, bek andalan kelahiran Surabaya, tampil penuh dan kokoh di lini belakang. Ia menjadi tembok pertahanan tak tergoyahkan sejak menit pertama. Sedangkan Ricky Kambuaya bermain sebagai gelandang serang aktif sepanjang pertandingan.
Ramadhan Sananta masuk pada menit ke-89 menggantikan striker utama Ole Romeny. Meski hanya sebentar, kehadirannya tetap memberi warna dalam laga penting itu.
Namun saat menghadapi Jepang di laga selanjutnya (10/6/2025), Ridho harus absen karena cedera hamstring. Sementara Ricky dan Sananta hanya duduk di bangku cadangan karena pertimbangan strategi pelatih.
Kuliah Sambil Mengukir Prestasi
Ketiganya bukan hanya atlet nasional, tetapi juga mahasiswa aktif. Rizky Ridho dan Sananta sama-sama menempuh studi di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Surabaya. Sementara Ricky Kambuaya kini tercatat sebagai mahasiswa Magister Ilmu Manajemen di Unimuda Sorong.
Bagi mereka, sepak bola dan pendidikan adalah dua hal yang bisa berjalan beriringan. Di tengah padatnya jadwal pertandingan dan latihan, mereka tetap menyempatkan diri untuk kuliah dan menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Rektor UM Surabaya, Dr Mundakir, memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang mampu menyeimbangkan prestasi olahraga dan pendidikan.
“Kami sangat bangga memiliki mahasiswa seperti Ridho dan Sananta. Mereka membuktikan bahwa kuliah dan karier profesional bisa berjalan seiring. Kampus akan terus mendukung mahasiswa yang memiliki potensi besar di berbagai bidang, termasuk olahraga,” ujarnya.
Dari Kampung ke Panggung Dunia
Rizky Ridho, kelahiran 21 November 2001, adalah alumni SSB Sumo Putro Surabaya. Kariernya meroket sejak membela Persebaya Surabaya, lalu hijrah ke Persija Jakarta. Ia menjadi kapten Timnas U-23 saat menorehkan prestasi di Piala Asia 2024, serta menjadi pilar utama Timnas senior di Piala Asia 2023.
Sementara itu, Ramadhan Sananta, kelahiran Lingga, Kepulauan Riau, 27 November 2002, memulai karier di PS Harjuna Putra sebelum bersinar bersama Persikabo 1973, PSM Makassar, dan Persis Solo. Terbaru, Sananta direkrut oleh klub Brunei DPMM FC dan akan bermain di luar negeri musim depan.
Ricky Kambuaya, yang lebih dulu dikenal publik, terus konsisten sebagai gelandang kreatif. Di balik ketenarannya, ia tetap berkomitmen melanjutkan studi pascasarjana di kampus Muhammadiyah di Papua Barat Daya.
Kisah para pemain ini menjadi teladan bahwa mimpi tak harus memilih antara akademik dan atletik. Justru keduanya bisa saling memperkuat.
Kisah sukses Rizky Ridho, Ramadhan Sananta, dan Ricky Kambuaya membuktikan bahwa mahasiswa Muhammadiyah mampu tampil di level internasional, tanpa harus meninggalkan bangku kuliah. Mereka adalah bukti nyata bahwa dari kampus Muhammadiyah, bisa menembus panggung dunia. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments