Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Pilar Sehat, Tiga Kunci Sukses: Rahasia Hidup Berkah ala Ketua PWM Jatim

Iklan Landscape Smamda
Tiga Pilar Sehat, Tiga Kunci Sukses: Rahasia Hidup Berkah ala Ketua PWM Jatim
Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM. foto: tangkpan layar youtube
pwmu.co -

Tidak semua orang yang terlihat sehat benar-benar sehat. Ada yang tubuhnya bugar, tetapi hatinya rapuh. Ada pula yang rajin ibadah, namun dingin terhadap tetangga. Dalam sebuah tausiyah yang penuh pesan mendalam,

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM mengungkap rahasia hidup sehat dan sukses itu bukan sekadar panjang umur, tetapi juga penuh keberkahan.

Dia mengungkapkan tiga kunci utama untuk meraih hidup sehat dan sukses. Sehat bukan hanya urusan tubuh yang bugar, tetapi mencakup tiga dimensi penting: jasmani, ruhani, dan sosial.

“Sehat yang sebenarnya itu meliputi sehat jasmani, sehat ruhani, dan sehat sosial,” ujarnya.

Dia lalu mencontohkan, seorang perampok mungkin secara jasmani sehat, tetapi ruhani dan sosialnya rusak.

Demikian pula, seseorang yang rajin berzikir namun sering sakit, ibadahnya di masjid tidak akan maksimal.

Atau orang yang ibadahnya baik tetapi acuh terhadap tetangga, itu berarti tidak sehat secara sosial.

Tiga Pilar Kesehatan

1. Sehat Jasmani. Menurut Sukadiono, ada tiga kunci utama untuk menjaga kesehatan jasmani: makanan, istirahat, dan aktivitas fisik (olahraga).

Dia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 168:

“Wahai sekalian manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik (thayyib) yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Sukadiono menjelaskan, halalan thayyiban berarti makanan yang halal sekaligus bergizi. Kandungan gizi meliputi karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan tubuh.

Namun, ia mengingatkan untuk tidak berlebihan, sebagaimana perintah Allah “Kulu wasyrabu wala tusrifu” (makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan).

“Orang diabetes boleh makan nasi atau sesekali mencicipi gula, tapi harus tahu batasan. Saya sendiri suka daging kambing, tapi saya tahu kapan harus berhenti,” tuturnya.

Selain makanan, istirahat yang cukup menjadi faktor penting. Minimal enam jam tidur dalam sehari dianjurkan untuk menjaga metabolisme tubuh.

Olahraga pun menjadi pilar penting kesehatan jasmani. Menurutnya, orang yang sehat belum tentu bugar, namun orang yang bugar pasti sehat.

“Orang bugar mampu melakukan banyak aktivitas tanpa kelelahan berlebihan dan dapat melakukan kegiatan mendadak tanpa terganggu kesehatannya,” jelasnya.

Guru Besar Bidang Fisiologi Olahraga UM Surabaya menyarankan olahraga minimal empat kali dalam seminggu dengan aktivitas yang terukur, rileks, dan menyenangkan.

Bahkan, untuk penderita gangguan kecemasan (panic disorder), berjalan kaki setiap pagi menjadi salah satu terapi efektif.

2. Sehat Ruhani. Kesehatan ruhani, kata Sukadiono, ditandai dengan hati yang bersih (qalbun salim), yang siap menerima kebenaran dan tenang dalam beribadah.

Pertama, jauhi perbuatan dosa. Orang beriman, jika berbuat dosa, akan merasa gelisah, berbeda dengan orang yang hatinya mati (qalbun mayyit) yang menolak kebenaran, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 6:

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.”

Ada pula qalbun maridh (hati yang sakit), yaitu hati orang munafik, sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 8:

“Di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian’, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman.”

Kedua, perbanyak komunikasi dengan Allah, antara lain dengan zikir, sebagaimana dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Allah juga memerintahkan dalam QS. Al-Ahzab ayat 41:

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.”

Ketiga, rutin membaca Al-Qur’an. QS. Al-Isra’ ayat 82 menegaskan:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

“Maka sempatkanlah, dalam 24 jam, untuk membaca Al-Qur’an. Itu obat bagi hati kita,” pesan Sukadiono.

3. Sehat Sosial. Sehat sosial tercermin dalam perilaku yang membawa manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Ia mengutip sabda Rasulullah saw:

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan (kepada yang membutuhkan), sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah di waktu malam saat orang lain tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

Menurutnya, sehat sosial diwujudkan dengan empat hal, yakni menyebarkan kasih sayang, peduli terhadap sesama, terutama memberi makan orang yang kekurangan, menyambung tali silaturahmi, dan menegakkan ibadah malam (tahajud) saat orang lain tertidur.

Kunci Hidup Sukses

Selain sehat, Sukadiono memaparkan tiga kunci sukses:

1. Bertakwa kepada Allah

Ia mengutip QS. Ath-Thalaq ayat 2–3:

“…Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka…”

2. Taat kepada kedua orang tua

Tidak ada kesuksesan tanpa ketaatan kepada orang tua, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. “Jangan sekali-kali menyakiti mereka,” tegasnya.

3. Salat Tahajud

Mengutip QS. Al-Isra’ ayat 79:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Menurutnya, salat tahajud bukan hanya meningkatkan kedekatan dengan Allah, tetapi juga menjadi sumber ketenangan batin, kekuatan mental, dan keberkahan hidup.

Dengan pemaparan ini, Sukadiono mengajak untuk tidak hanya fokus pada satu aspek kehidupan, tetapi menyeimbangkan antara jasmani, ruhani, dan sosial.

“Sehat itu modal utama, dan sukses itu bonus dari Allah bagi mereka yang bertakwa, taat kepada orang tua, dan tekun beribadah,” pungkasnya. (*)

 

Catatan:

Disarikan dari ceramah Prof. Dr. dr. Sukadiono yang ditayangkan di kanal Youtube Masjid Akbar Moed’Har.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu