Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Syarat Masuk Surga Bersama Keluarga Menurut UBN

Iklan Landscape Smamda
Tiga Syarat Masuk Surga Bersama Keluarga Menurut UBN
Bachtiar Nasir memberi ceramah dalam Pengajian Muhammadiyah Cabang Laren di Ranting Karangwungulor. (Nur Inayah/PWMU.CO)
pwmu.co -

“Masuk surga adalah impian setiap insan. Namun bisa memasuki surga bersama keluarga adalah dambaan yang jauh lebih indah.”

Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam Pengajian Muhammadiyah Putaran ke-11 yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren pada Sabtu pagi (15/11/2025) di Ranting Muhammadiyah Karangwungulor. Pengajian ini sekaligus menjadi momentum peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 Masehi.

Suasana cerah berawan menyambut kedatangan tamu kehormatan, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., MM—atau akrab disapa UBN—yang pagi itu tampil sebagai pembicara utama.

Jamaah tampak antusias menyambut dai nasional yang juga penulis buku “Masuk Surga Sekeluarga.” UBN datang dengan tenang dan santai; maklum, agenda ceramah di PCM Laren merupakan satu-satunya kegiatan beliau hari itu.

Dosa Kolektif dan Hikmah Ayat

Mengawali ceramah berdurasi satu jam dua puluh menit, Ustadz Bachtiar membacakan QS An-Nisa’ ayat 160–162 tentang nikmat baik yang kemudian diharamkan bagi kaum Yahudi akibat menghalangi orang berjuang di jalan Allah. Dari ayat ini, beliau menyinggung fenomena dosa kolektif, termasuk yang terjadi di negeri ini, sebagai bahan renungan bersama.

Namun perhatian jamaah semakin tertuju saat jelang akhir ceramah, UBN menyampaikan inti pesan yang paling ditunggu-tunggu:

Tiga Syarat Masuk Surga Bersama Keluarga

1. Bangun surga di rumah.

2. Bangun rumah di surga.

3. Berjuang masuk surga sekeluarga.

Beliau kemudian menjelaskan misi meraih Jannatul ‘Ajilah—surga yang disegerakan di dunia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

 “Kenalkan mereka kepada Allah. Tumbuhkan rasa cinta mereka kepada Allah. Buat agenda mencintai Allah. Dekatkan seluruh keluarga kepada Allah, dan tumbuhkan kerinduan kepada Allah SWT.

Momen Mengharukan

Pada sesi akhir, UBN meminta jamaah yang hadir bersama istri, anak, menantu, dan cucu untuk maju ke depan. Hadirin dibuat haru ketika seorang sesepuh dari Lengor, Desa Pelangwot, M. Munawir, maju bersama istri, dua anak, dua menantu, dan tiga cucunya.

Anak pertama beliau, Ali Imron, S.Pd, tampak sangat bahagia dapat mengikuti pengajian lengkap bersama keluarga. Sementara anak kedua, Daud Ulinnuha, Lc., M.Pd, merasa senang bisa bertemu seniornya sesama alumni Universitas Islam Madinah, Ustadz Bachtiar Nasir.

UBN memberikan apresiasi khusus kepada keluarga ini. “Semoga masuk surga bersama keluarga,” ujarnya penuh harap.

Pentas Unik dengan Hiasan Sayuran

Ada hal menarik di area panggung. Tepat di depan pentas tersusun sayuran dan buah-buahan hasil panen masyarakat Karangwungulor. Sekretaris PRM Karangwungulor menjelaskan bahwa itu murni sebagai hiasan pentas.

“Setelah acara usai, sayuran dan buah itu disedekahkan kepada jamaah,”ungkapnya.

Tepat pukul 12.00 WIB, pengajian ditutup. Para jamaah meninggalkan halaman MI Muhammadiyah 9 Karangwungulor dengan raut gembira dan penuh inspirasi, membawa pulang pesan penting bahwa perjuangan menuju surga sekeluarga harus dimulai dari rumah masing-masing. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu