Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Wartawan PWMU.CO Temui Rektor Umsura Usai Raker, Ini yang Dibahas

Iklan Landscape Smamda
Tiga Wartawan PWMU.CO Temui Rektor Umsura Usai Raker, Ini yang Dibahas
Alfain JR, Gondo Waloyo, Dr Mundakir , Fathurrahim Syuhadi, dan Dr Radius Setiyawan di kantor Rektor Umsura, Kamis (15/1/2026). Foto: Istimewa (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Usai mengikuti Rapat Kerja (Raker) di Lantai 22 Gedung At-Ta’wun Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), tiga wartawan PWMU.CO asal Lamongan melakukan silaturahmi dengan Rektor Umsura, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan di Ruang Rektor Lantai 12 Gedung At-Tauhid, Kamis (15/1/2026).

Tiga wartawan tersebut yakni Fathurrahim Syuhadi, Gondo Waloyo, dan Alfain Jalaluddin Ramadhan. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Rektor Umsura Dr. Mundakir yang merupakan putra asli Gendong, Babat, Lamongan.

Suasana semakin istimewa karena mereka diantarkan langsung oleh Wakil Rektor IV Umsura, Dr. Radius Setiawan, MA, sejak dari ruang Raker Wartawan PWMU hingga memasuki ruang kerja rektor.

Kesan mendalam dirasakan ketiganya sejak awal pertemuan. Fathurrahim Syuhadi, wartawan senior PWMU.CO sekaligus penulis produktif, mengungkapkan kebahagiaannya atas sambutan hangat yang diberikan oleh pimpinan tertinggi Umsura tersebut.

“Kami sangat berkesan dengan pertemuan bersama Rektor Umsura di ruang kerjanya. Lebih istimewa lagi, kami didampingi langsung oleh Wakil Rektor IV, Dr. Radius Setiawan, MA, sejak dari ruang Raker hingga masuk ruang rektor,” ungkap Fathurrahim.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua PDM Lamongan dan Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur ini, menilai suasana pertemuan terasa cair, akrab, dan jauh dari kesan formal.

Bersama Gondo Waloyo, guru Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung Paciran, serta Alfain Jalaluddin Ramadhan, guru Pondok Pesantren Al-Mizan Lamongan, mereka menikmati dialog santai di ruang rektor yang luas dan asri.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang nostalgia yang menghangatkan.

Fathurrahim menyebut, obrolan mengalir lepas dengan mengungkap kenangan masa sekolah hingga pengalaman berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

“Kami bicara lepas, menguak kenangan semasa sekolah dan semasa aktif di IPM. Suka duka kami ungkap bersama,” tutur pria yang akrab disapa Ramanda Rahim itu.

Dia juga mengungkap sisi perjalanan hidup Rektor Umsura yang dinilainya inspiratif. Menurutnya, Mundakir merupakan aktivis IPM tulen sejak tingkat ranting di desanya. Saat menempuh pendidikan tinggi, beliau juga aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

“Kesederhanaan keluarganya tidak menghalangi beliau untuk aktif berorganisasi. Bahkan, beliau dikenal berani ‘nekat’ dalam arti positif untuk mengejar dan mewujudkan impiannya,” imbuhnya.

Selain bernostalgia, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai perkembangan Umsura di bawah kepemimpinan Dr. Mundakir.

Fathurrahim menyampaikan, Rektor Umsura menjelaskan peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan dari tahun ke tahun, seiring dengan penguatan sarana dan prasarana kampus.

“Pak Rektor berharap kader-kader Muhammadiyah, khususnya dari Lamongan, bisa melanjutkan studi ke Umsura dengan memanfaatkan berbagai fasilitas dan skema beasiswa yang telah disiapkan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Gondo Waloyo. Menurutnya, hampir satu jam berbincang dengan Rektor Umsura membuka pemahamannya tentang keseriusan kampus dalam menjamin akses pendidikan bagi berbagai kalangan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Saya jadi paham bahwa Umsura yang kini melejit jumlah mahasiswanya telah menyiapkan beragam skema beasiswa. Mulai dari beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, mahasiswa berprestasi, hingga para hafidz Al-Qur’an,” ungkap Gondo.

Kepemimpinan Humanis dan Membumi

Sementara itu, Alfain Jalaluddin Ramadhan mengaku sangat bersyukur dan merasa terhormat dapat bersilaturahmi langsung dengan Rektor Umsura Dr. Mundakir di ruang kerjanya.

Baginya, pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam tentang sosok pemimpin perguruan tinggi yang humanis.

“Pak Rektor adalah sosok pemimpin yang mudah akrab, hangat, dan rendah hati. Setelah saling mengenal, beliau tidak menjaga jarak. Bahkan kami kerap berkomunikasi melalui WhatsApp, dan setiap bertemu, beliau selalu menyapa dengan penuh keakraban,” tulis Alfain dalam pesan WhatsApp yang dibagikan kepada redaksi.

Menurut Alfain, sikap tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang membumi dan dekat dengan siapa pun, tanpa sekat jabatan.

Dengan latar belakang keilmuan di bidang kesehatan, Dr. Mundakir juga menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru Umsura terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Alfain pun menyampaikan kabar bahwa banyak alumni Pondok Pesantren Al-Mizan Lamongan yang melanjutkan studi ke Umsura.

“Alhamdulillah, banyak alumni Al-Mizan yang kuliah di Umsura. Hal ini selalu saya sampaikan kepada beliau sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kebanggaan tersendiri,” tutur Alfain.

Atas hal tersebut, Mundakir memberikan apresiasi, terlebih Alfain juga tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Umsura.

Apresiasi itu, menurut Alfain, menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi Muhammadiyah.

“Apresiasi dari beliau menjadi penguat komitmen saya untuk terus mendukung dan memajukan pendidikan Muhammadiyah,” pungkasnya.

Obrolan yang berlangsung gayeng, diselingi senda gurau sambil menikmati teh hangat, membuat waktu hampir satu jam berlalu tanpa terasa.

Sebelum berpisah, Mundair berpesan agar silaturahmi dan komunikasi antara insan pers PWMU.CO dan pimpinan Umsura terus terjaga dengan baik. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu