Memasuki hampir satu setengah bulan pascabencana, kebutuhan masyarakat terdampak mulai mengalami pergeseran. Jika pada masa awal bencana bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan pakaian menjadi prioritas utama, kini masyarakat lebih membutuhkan dukungan pemulihan ekonomi, khususnya bantuan materi berupa uang tunai, Sabtu (17/1/2026).
Hal tersebut disampaikan Novy Husnul Mawadah, S.Kep., Ns., relawan medis dari MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan DMC RS Aisyiyah Bojonegoro, berdasarkan hasil pengamatan langsung selama proses pendampingan warga terdampak di lapangan.
“Alhamdulillah, untuk kebutuhan dasar saat ini sudah banyak tercukupi. Bantuan dari berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan lainnya, insyaallah telah tersedia. Kebutuhan seperti makanan dan air minum juga relatif terpenuhi,” ungkap Novy.
Namun demikian, Novy menilai bahwa setelah hampir satu setengah bulan pascabencana, tantangan masyarakat tidak lagi sebatas pemenuhan kebutuhan logistik. Aktivitas pekerjaan warga belum sepenuhnya pulih akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana, sehingga sumber penghasilan mereka masih terhambat.
“Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini bukan lagi pakaian atau bantuan barang, melainkan bantuan materi berupa uang. Hal ini karena sebagian besar masyarakat belum bisa kembali bekerja secara normal,” jelasnya.
Menurut Novy, bantuan uang tunai sangat dibutuhkan agar masyarakat memiliki keleluasaan memenuhi kebutuhan sesuai kondisi masing-masing, baik untuk biaya hidup harian, kebutuhan kesehatan, maupun sebagai modal awal memulai kembali aktivitas ekonomi.
Selain persoalan ekonomi, Novy menuturkan bahwa bencana ini juga memberikan pelajaran penting bagi umat manusia. Musibah yang terjadi menjadi pengingat bahwa manusia sejatinya adalah makhluk lemah dan sepenuhnya bergantung pada kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Bencana ini bisa menjadi rahmat sekaligus peringatan. Ini mengingatkan kita bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan apa pun kecuali atas izin Allah. Sangat mudah bagi Allah mengambil apa yang dititipkan kepada kita dan sangat mudah pula bagi-Nya untuk memberi kembali,” tuturnya.
Lebih lanjut, Novy berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak, terutama dalam upaya pemulihan jangka menengah dan panjang. Salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah pengaktifan kembali fasilitas umum yang menunjang kehidupan masyarakat.
“Fasilitas umum dan layanan kesehatan sangat penting untuk segera diaktifkan kembali. Layanan kesehatan harus tetap berjalan karena masih banyak warga yang membutuhkan pengobatan dan perawatan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sebagian masyarakat yang tinggal di tenda-tenda darurat akibat rumah mereka mengalami kerusakan berat dan belum layak huni.
“Kebutuhan hunian sementara masih sangat diperlukan. Tinggal terlalu lama di tenda darurat tentu berdampak pada kesehatan dan kenyamanan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” jelas Novy.
Menurutnya, proses pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan lembaga kemanusiaan, tetapi juga dukungan masyarakat luas agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
“Dengan kerja sama dan saling membantu, insyaallah proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Ketika masyarakat sudah pulih, mereka dapat kembali bekerja dan perekonomian akan perlahan tumbuh kembali,” ujarnya.
Ia pun berharap, dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, masyarakat terdampak dapat bangkit dari kondisi sulit dan kehidupan kembali berjalan normal.






0 Tanggapan
Empty Comments