Tim Inklusi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro mengadakan Pelatihan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) guna meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader RBM dalam memberdayakan penyandang disabilitas, memulihkan fungsi sosial mereka, serta mempromosikan inklusi sosial secara mandiri dan berkelanjutan, Kamis (2/10/2025).
Pelatihan yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lantai 2, Kompleks Masjid At-Taqwa, Jalan Teuku Umar Nomor 48, Bojonegoro ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan peran masyarakat dalam penyediaan layanan rehabilitasi yang mencakup aspek medis, pendidikan, keterampilan, dan sosial.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas berbagai unsur pendukung dalam bidang kesehatan penyandang disabilitas.
Kegiatan Pelatihan RBM ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Pimpinan Pusat Aisyiyah, Majelis Kesehatan PW Aisyiyah Jawa Timur, Majelis Kesehatan PD Aisyiyah Bojonegoro, perwakilan pemerintah desa binaan disabilitas inklusi, bidan desa, kader inklusi, penyandang disabilitas, serta keluarga penyandang disabilitas.
“Program inklusi ini sangat kami apresiasi karena selaras dengan tujuan pemerintah daerah dalam memberikan layanan yang setara bagi seluruh elemen masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, S.KM., M.Kes.
Ia menjelaskan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan publik sebagaimana masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, layanan publik perlu disesuaikan dengan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, Hajar Nur Setyowati selaku fasilitator mengajak para peserta untuk lebih memahami dan mengenal konsep inklusi disabilitas. Sementara itu, dr. Shophiati Sutjahjani, M.Kes., narasumber dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, menyampaikan materi tentang pemahaman RBM dan pembangunan inklusif
Ia juga mendorong peserta untuk lebih aktif berpartisipasi dalam analisis permasalahan, pemetaan kebutuhan, serta memahami peran berbagai pihak dalam isu-isu terkait disabilitas.
Selain itu, dalam kesempatan ini, Sekretaris PDA Bojonegoro, Dra. Siti Nurhayati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari keberlanjutan program inklusi dalam isu disabilitas.
“Kegiatan hari ini merupakan kelanjutan dari program inklusi dalam isu disabilitas. Oleh karena itu, peserta yang diundang berasal dari berbagai elemen masyarakat yang bersinggungan langsung dengan penyandang disabilitas, khususnya di bidang kesehatan,” jelasnya.
Dengan terlaksananya kegiatan Pelatihan RBM ini, diharapkan para peserta dapat semakin memahami pentingnya RBM di bidang kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong adanya rencana pengembangan program RBM, termasuk penyusunan draft Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk layanan kesehatan yang inklusif. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments