Kelompok 2 KKN Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menginisiasi pembuatan bank sampah di lokasi pelaksanaan KKN di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Pembuatan bank sampah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program Zero Waste dari Pemerintah Kota Madiun pada tahun 2026 yang dicanangkan Wali Kota Madiun.
Sebagai langkah awal untuk memberikan arahan sekaligus semangat kepada warga Kelurahan Nambangan Lor dalam membentuk bank sampah, Tim KKN UMMAD di Nambangan Lor melaksanakan sosialisasi bank sampah.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Kelurahan Nambangan Lor pada Senin (29/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh 56 warga yang terdiri atas ketua RT, ketua RW, serta anggota PKK.
Narasumber yang dihadirkan dalam sosialisasi ini adalah Siyam Sumartini, Direktur Utama Induk Bank Sampah Kota Madiun yang membawahi ratusan bank sampah di Kota Madiun.
Ketua Kelompok 2 KKN UMMAD di Nambangan Lor, Nur Riyadhul Jannah, menyampaikan bahwa kehadiran narasumber yang telah berpengalaman dalam membangun bank sampah di Kota Madiun diharapkan dapat memberikan pengetahuan sekaligus semangat kepada peserta agar mampu membentuk bank sampah secara mandiri.
“Dari kegiatan tadi kami membuat kuesioner, dan untuk yang menuliskan nomor WA akan kami masukkan ke grup WA khusus pelatihan bank sampah. Setelah itu, jika dari kegiatan tadi masyarakat ingin merealisasikan di lingkup RT, kami akan mendampingi kegiatan warga dalam pengelolaan bank sampah dan akan tetap dipandu jika tidak paham,” terang mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial ini.
Guna memberikan dukungan yang lebih besar dalam mendorong warga mendirikan bank sampah, Tim KKN UMMAD di Nambangan Lor nantinya akan memberikan fasilitasi berupa pengambilan sampah dari bank sampah yang telah terkumpul.
“Kami akan berperan sebagai pengepul sampah. Setelah ini kita akan melihat respons warga seperti apa,” ujar Nur.
Nur menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait rencana program kerja ke depannya agar tepat sasaran serta bermanfaat bagi warga Nambangan Lor.
Sementara itu, Siyam Sumartini menyampaikan bahwa pengelolaan bank sampah memerlukan sejumlah aspek, mulai dari struktur organisasi, sarana dan prasarana, pengelolaan produk sampah, hingga sistem bagi hasil produk sampah.
“Harus ada ekonomi sirkular dan ekonomi kreatif yang berjalan. Misalnya, dari satu botol plastik yang tidak terpakai sebenarnya bisa menghasilkan enam produk sekaligus,” ujar Siyam di hadapan peserta sosialisasi.






0 Tanggapan
Empty Comments