
PWMU.CO – Mempertegas pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM), Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Coaching Clinic tentang asesmen dan manajemen organisasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) batch 3.
Kegiatan yang bertempat di Apple Sun Learning Center, Kota Batu ini berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (11–13/07/2025).
Sebanyak 25 peserta dari berbagai LKSA di Malang Raya, Pasuruan, Lamongan, dan Bojonegoro hadir dalam kegiatan ini. Coaching clinic ini terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas materi asesmen dan kelas materi manajemen organisasi. Masing-masing kelas didesain untuk menghasilkan luaran yang saling mendukung pengembangan profesionalitas dan modernisasi LKSA.
Materi coaching meliputi manajemen organisasi, dasar-dasar keuangan, dan perencanaan keuangan. Selain materi, peserta juga diajak praktik langsung melalui diskusi kelompok dan simulasi kasus.
“Kegiatan ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kualitas SDM. Diharapkan LKSA dapat menjalankan perannya secara lebih profesional dan akuntabel, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anak,” ujar Wakil Ketua PWM Jawa Timur, M. Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., dalam pengarahannya.
Lebih dari Pelatihan

Selain peserta dari LKSA, turut serta dalam kegiatan ini Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur. Menurut Wakil Ketua MKS PWA Jawa Timur, Nurul Fajriyah, pelatihan seperti ini sangat strategis.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi menata manajemen lembaga kesejahteraan sosial anak yang kolaboratif, membuat perencanaan dan laporan keuangan yang rapi, serta proses penguatan visi bersama dalam mengasuh dan melindungi anak-anak,” ungkapnya.
Para peserta juga bisa saling berbagi dan berkomunikasi tentang pengelolaan LKSA di daerah masing-masing. Keunggulan yang dimiliki di suatu LKSA bisa diadopsi oleh LKSA yang lain. “Pertemuan seperti ini bisa jadi ajang berbagi keunggulan, sehingga semua LKSA bisa meniru dan mencapai kemajuan bersama,” tambah Nurul.
Tak lupa, ia mengingatkan seluruh peserta agar menerapkan ilmu yang diperoleh. Jangan sampai hanya jadi pengetahuan tanpa penerapan. “Kita berharap semua LKSA maju dan rapi. Administrasinya nomor satu, kegiatannya bermutu,” pungkas Nurul.
Penulis Novi Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments