Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Guru, SD Mumtas Adakan Kegiatan Microteaching

Iklan Landscape Smamda
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Guru, SD Mumtas Adakan Kegiatan Microteaching
Kegiatan Micro teaching SD Mumtaz. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana pagi yang sejuk dan menyegarkan menyelimuti lingkungan SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz), Semangat dan kegembiraan tampak jelas dari para guru yang hadir untuk mengikuti kegiatan Microteaching Tahun Ajaran 2025/2026. Dengan penuh antusiasme, para pendidik mempersiapkan diri menampilkan praktik pembelajaran terbaik sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SD Mumtaz.

SD Muhammadiyah 1 dan SD Muhammadiyah 2 Taman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan kegiatan microteaching. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru kelas dan guru mata pelajaran sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Microteaching merupakan salah satu strategi pembinaan guru yang efektif karena memberikan ruang bagi pendidik untuk mempraktikkan pembelajaran dalam skala terbatas. Melalui kegiatan ini, guru dapat menunjukkan kemampuan dalam merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran secara sistematis. Selain itu, microteaching juga menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid.

Pelaksanaan microteaching di SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman menekankan pendekatan student centered learning yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Guru didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan bermakna sehingga murid tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

Penilaian Microteaching

Aspek penilaian microteaching disusun secara komprehensif dengan mengacu pada kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Penilaian meliputi Pedagogical Knowledge (PK), Content Knowledge (CK), Pedagogical Content Knowledge (PCK), serta Technological Pedagogical Content Knowledge (TPCK). Kerangka ini menilai kompetensi guru secara menyeluruh, mulai dari penguasaan materi, strategi pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Pada aspek pedagogik, guru dinilai dari kemampuannya menerapkan model, metode, dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada murid. Guru juga diharapkan mampu menyusun tujuan pembelajaran yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) serta mengintegrasikan delapan dimensi Profil Lulusan ke dalam langkah-langkah pembelajaran. Pelaksanaan refleksi pembelajaran bersama murid menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian.

Sementara itu, pada aspek penguasaan materi, guru dituntut menyajikan materi pembelajaran yang benar secara konsep, disusun berdasarkan capaian pembelajaran, serta dijabarkan secara kontekstual dalam bahan ajar. Keterkaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang sedang dipelajari juga menjadi perhatian agar pembelajaran berlangsung secara runtut dan mudah dipahami oleh murid.

Aspek pedagogik dan konten kemudian dipadukan dalam Pedagogical Content Knowledge (PCK).

Guru diharapkan mampu menyampaikan materi menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris secara lisan maupun tulis dengan jelas dan tepat, mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata murid, serta menjelaskan manfaat pembelajaran untuk mendukung pemahaman yang bermakna. Pemanfaatan perangkat pembelajaran seperti LKPD, lembar kerja, dan thinking tools turut menjadi bagian dari penilaian.

Pembelajaran Digital

Seiring dengan perkembangan teknologi pendidikan, kegiatan microteaching ini juga menilai kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital. Guru tidak hanya dituntut terampil menggunakan teknologi, tetapi juga mampu melibatkan murid secara aktif dalam pemanfaatannya sehingga teknologi benar-benar berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan microteaching, panitia menetapkan ketentuan pengumpulan perangkat pembelajaran. Seluruh peserta microteaching diwajibkan mengumpulkan perangkat pembelajaran paling lambat H-1 sebelum pelaksanaan microteaching, terhitung sejak Minggu hingga Selasa, (25–27/1/2026).

Ketentuan ini ditetapkan untuk memastikan kesiapan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran secara optimal sekaligus memberikan kesempatan bagi penilai untuk mempelajari perangkat pembelajaran yang telah disusun.

Antusiasme guru dalam menyambut kegiatan microteaching juga disampaikan oleh Riyanto, S.Pd., selaku guru coding kelas IV. Ia mengungkapkan bahwa microteaching menjadi momentum penting bagi guru untuk menyiapkan pembelajaran secara lebih matang.

“Saya sangat antusias menyambut microteaching ini dan telah menyiapkan materi pembelajaran dengan sebaik mungkin. Kegiatan ini memotivasi guru untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Dewoto Kusumo, M.Pd., selaku Kepala Urusan Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman, menegaskan bahwa kegiatan microteaching merupakan salah satu ikhtiar SD Mumtaz dalam meningkatkan kompetensi guru.

“Microteaching menjadi sarana bagi guru untuk berlatih, merefleksikan, dan memperbaiki praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan demikian, kualitas pembelajaran di kelas dapat terus ditingkatkan,” tuturnya.

Selain praktik mengajar, kegiatan microteaching juga dilengkapi dengan sesi refleksi dan umpan balik. Guru bersama penilai dan rekan sejawat melakukan diskusi untuk mengidentifikasi kelebihan, tantangan, serta peluang perbaikan pembelajaran ke depan. Melalui refleksi ini, diharapkan tumbuh budaya belajar, kolaborasi, dan saling berbagi praktik baik di kalangan pendidik.

Melalui kegiatan microteaching ini, SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme guru. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran serta melahirkan lulusan yang berkarakter, unggul, dan berkemajuan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu