
Pelatihan Jaya Melati 1 oleh Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Minggu (15/06/2025). (Istimewa/PWMU.CO).
PWMU.CO — Pelatihan Jaya Melati 1 oleh Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) memasuki hari keempat pada Minggu (15/06/2025).
Lebih lanjut, kegiatan ini mengusung semangat Hizbul Wathan (HW) dalam membentuk kader guru yang berkarakter.
Di sisi lain, pelatihan ini terisi dengan materi yang penting dan mendasar dalam kepanduan HW. Antara lain Syarat Kenaikan Tingkat (SKT), Syarat Kecakapan Pandu (SKP), Tanda Kenaikan Tingkat (TKT), serta Tanda Kecakapan Pandu (TKP).
Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami bahwa SKT adalah syarat umum yang harus terpenuhi untuk naik tingkat.
Sedangkan SKP bersifat pilihan sesuai minat dan bakat. Sehingga, pencapaian SKT akan menghasilkan TKT sebagai simbol keberhasilan, dan SKP menghasilkan TKP sebagai bukti keterampilan.
“Melalui SKT dan SKP ini, peserta HW dilatih untuk menjadi pribadi yang mandiri, terampil, dan bertanggung jawab” ujar pemateri saat menjelaskan pentingnya proses ujian dan nilai tanggung jawab dalam kepanduan.
Para peserta tampak antusias menjawab dan mempraktikkan Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan dengan semangat.
Selain itu, peserta juga mendapat pembekalan tentang seragam dan atribut HW. Penjelasan ini penting untuk menanamkan rasa bangga, disiplin, dan identitas sebagai anggota Hizbul Wathan.
Ditekankan bahwa atribut seperti TKT dan TKP hanya diberikan melalui proses pencapaian yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan hari ini diakhiri dengan diskusi kelompok serta refleksi nilai-nilai kepanduan yang telah dipelajari.
Harapannya, para peserta mampu menginternalisasi makna dari setiap simbol dan tingkatan dalam HW serta siap menerapkannya saat menjadi pembina maupun guru di masa depan.
penulis Risha, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments