Sebuah langkah bersejarah tercatat dalam dunia pendidikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Nonghinwittayakom School, Thailand dan SD Muhammadiyah 3 Gresik pada Sabtu (25/10/2025).
MoU yang ditandatangani oleh Direktur Nonghinwittayakom School, Mr. Somkid Kesda dan Kepala SD Muhammadiyah 3 Gresik, Yusuf Wibisono, M.Pd ini menandai awal kolaborasi pendidikan lintas negara yang diharapkan membawa dampak positif bagi kedua institusi.
MoU ini mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, yang meliputi:
1. Program pertukaran pelajar, guru, dan staf pendidikan untuk tujuan akademis dan budaya.
2. Penelitian kolaboratif serta pertukaran pengetahuan dan keahlian.
3. Penyelenggaraan kegiatan bersama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan sosial.
4. Pertukaran materi pembelajaran, alat pendidikan, dan praktik terbaik.
5. Partisipasi dalam seminar, lokakarya, kolaborasi daring, serta kegiatan lain yang disepakati bersama oleh para pihak.
Yusuf Wibisono menyambut positif kolaborasi ini.
“Harapannya, kerja sama ini dapat ditindaklanjuti secara nyata sehingga terjalin silaturahmi antara negara, sekolah, guru, siswa, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang erat guna memperluas wawasan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan.
Sementara itu, Kepala Urusan Kurikulum, Kiki Rizki Amaliyah, melihat peluang besar dari kerja sama ini
“Adanya MoU ini menjadi peluang bagi sekolah untuk mengadopsi model pembelajaran yang diterapkan di sana sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta variasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, proyek-proyek spesifik yang tercantum dalam MoU akan dibahas dan dikembangkan bersama. Kedua institusi akan menunjuk koordinator untuk mengelola komunikasi, perencanaan, serta pelaksanaan kegiatan. MoU ini berlaku efektif selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan.
Kepala sekolah kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan langkah nyata untuk mencetak generasi yang kompeten dan berwawasan global.
Dengan demikian, penandatanganan MoU ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan pendidikan yang saling menguntungkan bagi kedua negara. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments