
PWMU.CO – Konsentrasi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang kembali menjalani supervisi periodik dari industri mitra PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM) pada Senin (21/7/2025).
Tujuan supervisi ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada murid konsentrasi keahlian TSM sebagai bagian dari sekolah binaan PT. Astra Honda Motor (AHM). Supervisi ini dilakukan dengan cara memantau dan memastikan pelaksanaan program kerja sama antara sekolah, AHM, dan MPM, sebagaimana tercantum dalam program SMK TSM Astra Honda. Program ini mencakup perencanaan, penerapan, pengembangan, serta pemantauan kegiatan dalam Satu Hati Edukasi Program (SHEP).
Konsentrasi keahlian TSM telah menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) Astra Honda yang secara konsisten mencetak lulusan bersertifikat Technical Training Level 1 (TTL-1) yang dilegalisasi oleh PT AHM sejak tahun 2015.
Peningkatan mutu SMK dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri tidak terlepas dari kontribusi AHM dan MPM melalui penerapan SHEP berbasis link and match. Program ini mencakup penyelarasan kurikulum, penyediaan fasilitas pembelajaran, pelatihan tenaga pendidik, serta penyerapan tenaga kerja oleh industri.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Moch Arief Luqman Hakim MPd.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa melalui kegiatan supervisi periodik ini, kepercayaan yang telah diberikan oleh AHM dan MPM akan senantiasa dijaga dan ditingkatkan.
Hal ini terutama terkait dengan pemenuhan aspek kerja sama dalam peningkatan kompetensi lulusan konsentrasi keahlian TSM, agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan sertifikasi TTL-1 di TUK TSM. Oleh karena itu, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas SDM, menjadi fokus utama dalam mendukung keberlanjutan program ini.
“Terima kasih, Pak Zeffi, atas kunjungan dan kepercayaan yang diberikan PT MPM kepada sekolah kami. Hari ini merupakan bagian dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap program-program pembelajaran serta fasilitas praktik di Konsentrasi Keahlian TSM,” tegas Arief.
Arief juga menyampaikan bahwa apa pun hasil dari monitoring dan evaluasi hari ini, ia berkomitmen untuk memenuhi berbagai kekurangan yang ada sebagai bentuk upaya peningkatan kerja sama. Hal ini ia lakukan demi memfasilitasi proses pembelajaran yang optimal bagi para siswa di konsentrasi keahlian TSM.
Supervisi yang dilakukan oleh PT MPM melalui Zeffi Muhammad Ihrami ini didampingi oleh Kepala Konsentrasi Keahlian TSM, Sunaryo ST. Kegiatan supervisi mencakup monitoring terhadap fasilitas yang ada di bengkel engine, bengkel sasis, dan bengkel kelistrikan. Adapun aspek-aspek yang disupervisi meliputi: sarana dan prasarana, sistem dan administrasi SMK, SDM, komitmen sekolah, serta capaian prestasi SMK.
Secara lebih terperinci, supervisi pada aspek sarana dan prasarana mencakup kelengkapan peralatan (tools) yang dimiliki oleh SMK, seperti sign board, laboratorium Astra Honda, strategic tools, special tools, common tools, measurement tools, complementary tools, serta ketersediaan unit sepeda motor.
Sementara itu, pada aspek sistem dan administrasi SMK, supervisi mencakup kelengkapan data pokok SMK di portal resmi, data guru, serta data siswa yang harus ter-update dan terdokumentasi dengan baik.
Pada aspek SDM, supervisi mencakup sejumlah indikator penting, yaitu jumlah guru produktif yang aktif, jumlah guru yang mengampu modul dasar, jumlah guru yang mengampu modul lanjutan, serta jumlah guru yang telah memiliki sertifikat Bronze dan Silver.
Untuk aspek komitmen SMK, supervisi mencakup pelaksanaan seleksi Technical Skill Contest (TSC) di tingkat sekolah, keikutsertaan dalam TSC tingkat regional, keikutsertaan dalam TSC tingkat nasional, serta keaktifan SMK dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh main dealer. Terakhir, aspek prestasi SMK yang disupervisi adalah peringkat yang diraih oleh SMK dalam ajang TSC tingkat nasional.
Hasil dari supervisi periodik ini akan dirangkum dalam Rapor SMK versi Astra Honda Motor dan MPM, yang akan menjadi acuan bagi perbaikan dan peningkatan kerja sama antara sekolah dan dunia industri. Dokumen ini juga berfungsi sebagai dasar evaluasi dalam pelaksanaan program link and match, guna mewujudkan lulusan yang kompeten, sesuai dengan kebutuhan industri, serta tersertifikasi oleh industri. (*)
Penulis Syaiful Efendi Editor Ni’matul Faizah


0 Tanggapan
Empty Comments