Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Paiton menyelenggarakan Lomba Karnaval Budaya yang diikuti berbagai TK di wilayah Paiton. Kegiatan ini mengusung tema “Cinta Budaya, Cinta Indonesia.”
Karnaval berlangsung meriah dengan parade 12 busana adat. Kreativitas para ustadzah dan semangat siswa-siswi TK ABA Paiton berhasil memukau penonton serta dewan juri. Tema yang diangkat menggambarkan kekayaan budaya lokal sekaligus semangat kemerdekaan yang menyatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Untuk persiapan, anak-anak kami latih berjalan ke arah TPI setiap hari. Setiap latihan juga kami selingi dengan nyanyian dan yel-yel khusus karnaval,” jelas Ustadzah Ayak, Penanggung Jawab Karnaval Budaya. Ia menambahkan, “Kostum sayap dan ornamen lainnya dibuat bersama oleh Ustadzah May, Ustadzah Susi, serta ustadzah-ustadzah lain. Semua hasil kreasi ustadzah.”
Karnaval ini menempuh rute dari SMPN 1 Paiton hingga Lapangan Sukodadi Paiton. Dimulai pukul 13.00 WIB, teriknya matahari justru semakin membakar semangat para peserta. Siswa-siswi TK ABA Paiton tampil percaya diri, penuh senyum, dan melantunkan yel-yel dengan lantang sepanjang perjalanan.

Setelah melalui penilaian yang ketat, TK ABA Paiton dengan nomor punggung 10 berhasil meraih Juara 1 Lomba Karnaval Budaya se-Kecamatan Paiton.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga mendengar kabar bahwa TK ABA Paiton meraih Juara 1. Terima kasih kepada seluruh siswa-siswi, Ayah-Bunda wali murid, serta ustadzah yang telah berusaha maksimal. Semoga ke depan KB-TK ABA Paiton terus menorehkan prestasi gemilang,” ungkap Kepala KB-TK ABA Paiton, Ustadzah Nilam Firdausi.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya. Melalui kegiatan seperti karnaval, anak-anak belajar menghargai keberagaman sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Selain itu, dukungan penuh orang tua dan kolaborasi para guru turut menjadi faktor penting keberhasilan ini. Keterlibatan mereka memperlihatkan sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendidik anak.
Dengan semangat kebudayaan, mari terus mendorong anak-anak mencintai tanah air melalui kegiatan yang mendidik, menyenangkan, dan membentuk karakter positif.
Selamat kepada siswa-siswi TK ABA Paiton! Teruslah melangkah, berkarya, dan menjaga keberagaman budaya Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments