Sorak-sorai dan tepuk tangan membahana di arena Children Marching Band Competition (CMC) #8 yang digelar di SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A.
Momen paling ditunggu akhirnya tiba saat panitia mengumumkan Juara Umum, gelar prestisius yang kembali diraih oleh tim marching band Gema Suara Pesona TK Muslimat NU 199 Al Ikhlas GSP Gresik. Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi gelar juara umum dua tahun berturut-turut bagi TK tersebut.
Piala Kapolres Gresik setinggi 1,7 meter pun berpindah tangan dengan penuh khidmat. Piala raksasa itu diserahkan langsung oleh Sukaris, Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PCM Gresik, kepada perwakilan tim juara. Momen penyerahan piala disambut sorak bahagia para murid, pelatih, dan wali murid yang sejak pagi setia mendampingi.
CMC #8 sendiri diikuti 740 peserta dari 15 tim marching band TK/RA se-Kabupaten Gresik. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kompetisi kali ini menghadirkan ragam mata lomba yang lebih variatif.
Penilaian CMC
Penilaian tidak hanya bertumpu pada kekompakan musik, tetapi juga aspek visual, kostum, hingga dampak pertunjukan secara keseluruhan (general effect). Untuk menjaga kualitas perlombaan, panitia menghadirkan empat dewan juri profesional dari berbagai kota di Jawa Timur sesuai bidang keahlian masing-masing.
Ketua Pelaksana CMC #8, Anifah Syafa’ati, S.Pd., mengaku bersyukur atas kelancaran kegiatan dan tingginya antusiasme peserta.
“Alhamdulillah, CMC #8 berjalan tertib dan meriah. Kami melihat semangat luar biasa dari murid-murid TK. Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga ajang pembentukan karakter, disiplin, dan keberanian tampil sejak usia dini,” ujar Syafa, sapaan akrabnya.
Sorotan utama tentu tertuju pada Gema Suara Pesona yang kembali mengukuhkan diri sebagai juara umum. Saat diwawancarai kontributor PWMU.CO, salah satu guru pendamping TK Muslimat NU 199 Al Ikhlas membagikan “resep” keberhasilan timnya.
Menurutnya, kunci utama terletak pada latihan yang konsisten, pendekatan yang menyenangkan, serta kekompakan antara pelatih, guru, dan orang tua.
“Kami tidak memaksa murid. Latihan kami kemas seperti bermain, tetapi tetap terjadwal dan disiplin. Anak-anak menikmati prosesnya sehingga saat tampil mereka percaya diri dan kompak,” tuturnya.
Selain itu, dukungan orang tua yang aktif hadir dalam setiap sesi latihan menjadi energi tambahan bagi para murid. Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini menjadi bukti bahwa pembinaan berkelanjutan sejak usia dini mampu melahirkan prestasi yang konsisten.
Tak heran, saat nama TK Muslimat NU 199 Al Ikhlas diumumkan sebagai juara umum, tepuk tangan panjang dan sorak kebanggaan mengiringi momen tersebut. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments