Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Gresik resmi menutup rangkaian Kelas Tarbiyatul Mar’ah Aisyiyah (TMA) Ula yang telah berlangsung sejak (25/10-22/11/2025).
Program pembinaan perempuan Islam ini mendapat sambutan hangat, terutama dari PK IMM Istifham Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang mengirimkan peserta terbanyak, yakni 21 kader putri.
Kelas TMA Ula diikuti oleh berbagai ortom Muhammadiyah, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathon (HW), Tapak Suci (TS), dan Nasyiatul Aisyiyah (NA).
Gelombang pertama digelar pada (25/10/2025) dan diikuti oleh peserta dari IPM. Sementara gelombang kedua yang terdiri dari IMM, HW, TS, dan NA mengikuti sesi tatap muka pada 8 November 2025 di Gedung Layanan Terpadu Aisyiyah, dilanjutkan tiga sesi daring pada 9, 15, dan 16 November.
Partisipasi Peserta
Tingginya partisipasi kader PK IMM Istifham menunjukkan kesadaran pentingnya memperdalam pemahaman mengenai peran perempuan dalam perspektif Islam.
Mereka memandang TMA Ula sebagai wadah strategis untuk memperluas wawasan, membangun kapasitas diri, dan memperteguh identitas perempuan Muslim berkemajuan.
Materi pembelajaran disusun bertahap dan komprehensif. Pada 8 November, peserta mengikuti Taddarus al Quran dengan fokus ayat-ayat tentang perempuan serta materi pola hidup sehat. Sesi daring pada 9 November menghadirkan dua materi inti: Adabul Mar’ah fil Islam (Part 1) dan Kesehatan Reproduksi.
Materi berlanjut pada 15 November dengan Adabul Mar’ah fil Islam (Part 2) serta Fikih Perempuan. Pada 16 November, peserta kembali memperdalam materi Fikih Perempuan—khususnya ibadah perempuan—dan kajian Psikologi Remaja.
Acara penutupan pada 22 November 2025 di Gedung Dakwah Muhammadiyah mempertemukan seluruh peserta dari gelombang pertama dan kedua. Dalam pesannya, Nur Fadlilah, M.Pd.I., menegaskan bahwa seluruh materi yang disampaikan selama kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para perempuan Muslim, khususnya kader Aisyiyah.
Ia berharap para peserta mampu membangun diri sebagai generasi qurrata a’yun yang memahami identitas, peran, serta tanggung jawabnya dalam keluarga, masyarakat, dan organisasi.
Pada kesempatan tersebut, panitia memberikan penghargaan kepada tiga peserta aktif dari masing-masing gelombang. Salah satu penerima penghargaan adalah Hikmaroh Isyah dari PK IMM Istifham, yang dinilai konsisten dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan TMA Ula diharapkan dapat memperkuat kapasitas intelektual dan spiritual perempuan Muhammadiyah, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya kader perempuan yang berdaya, berwawasan luas, dan berkomitmen pada nilai-nilai Islam berkemajuan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments