Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

TNI AD Gandeng UMM Kembangkan Teknologi Pemusnahan Amunisi Modern

Iklan Landscape Smamda
TNI AD Gandeng UMM Kembangkan Teknologi Pemusnahan Amunisi Modern
TNI AD Gandeng UMM Kembangkan Teknologi Pemusnahan Amunisi Modern. Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya oleh TNI Angkatan Darat untuk merancang sistem pemusnahan amunisi yang lebih aman, modern, dan ramah lingkungan.

Kepercayaan tersebut diberikan melalui kerja sama dengan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad) yang melanjutkan kolaborasi strategis antara kedua pihak sejak 2024, setelah sebelumnya UMM terlibat dalam rancang bangun kendaraan khusus (ransus) yang dilengkapi pelepas runflat untuk panser Anoa.

Pengembangan Sistem Pemusnahan Berbagai Jenis Munisi

Pada kerja sama terbaru yang dijalankan sepanjang 2026 ini, UMM dipercaya mengembangkan sistem pemusnahan berbagai jenis munisi, mulai dari Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB), hingga Munisi Khusus (Musus).

Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan amunisi di lingkungan TNI yang lebih aman, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Fokus pada Sistem Modern dan Ramah Lingkungan

Ketua tim ahli proyek, Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., yang juga merupakan dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang, menjelaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah menghadirkan sistem pemusnahan amunisi yang modern dengan standar keamanan tinggi.

“Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan sistem pemusnahan amunisi yang lebih modern, aman, dan juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu komponen utama yang dikembangkan dalam proyek tersebut adalah insinerator untuk memusnahkan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dengan diameter di bawah 20 milimeter.

Sistem insinerator tersebut dirancang menggunakan metode pembakaran dalam dua ruang bakar atau chamber sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih sempurna dan sisa bahan peledak dapat terurai secara lebih efektif.

“Proses pemusnahan dirancang menggunakan sistem pembakaran di dalam dua ruang bakar atau chamber. Sistem ini dilengkapi teknologi pengolahan air serta filtrasi gas buang beracun agar dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” jelasnya.

 

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Cakupan Proyek Diperluas

Seiring dengan perkembangan proyek, cakupan kerja sama antara UMM dan Puspalad juga mengalami perluasan.

Pada tahap awal, sistem yang dirancang hanya difokuskan untuk pemusnahan Munisi Kaliber Kecil (MKK). Namun dalam perkembangannya, program tersebut diperluas untuk menangani pemusnahan Munisi Kaliber Besar (MKB) serta Munisi Khusus (Musus).

Perluasan cakupan ini tentu membutuhkan tambahan berbagai peralatan pendukung, seperti mesin disassembly untuk membongkar komponen munisi kaliber besar, sistem conveyor untuk memindahkan material secara aman, alat press, hingga alat ayakan untuk proses pemisahan material.

Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan sumur peledakan yang digunakan dalam proses penghancuran munisi khusus seperti detonator dan TNT yang tidak dapat dimusnahkan melalui metode pembakaran.

TNI AD Apresiasi Kolaborasi dengan Akademisi

Sementara itu, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Senjata Optronik dan Munisi Pusat TNI Angkatan Darat, Letkol Cpl Syaiful Bahri, S.T., menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin dengan pihak kampus.

Menurutnya, kerja sama dengan kalangan akademisi menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi yang lebih aman dan modern.

“Kami mengapresiasi kerja sama dengan UMM karena melibatkan keahlian akademisi dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi yang lebih aman dan modern. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung peningkatan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI,” ungkapnya.

Ia juga berharap kerja sama yang telah terjalin sejak 2024 tersebut dapat terus berlanjut dan semakin diperluas, khususnya dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional yang melibatkan institusi militer dan perguruan tinggi di masa depan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡