Tokoh Muhammadiyah Kota Makassar KH Sudirman, S.Ag menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) XXIV yang resmi dibuka di Balai Sidang Muktamar ke-47 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat (6/2/2026).
“Sebagai kader Muhammadiyah asal Makassar, tentu kami sangat bersyukur kegiatan ini digelar di Makassar. Muktamar ini bukan sekadar tempat berfoto dengan seragam keren, tetapi tempat menentukan arah gerakan pelajar Muhammadiyah,” ujarnya.
IPM Harus Menjadi Pelopor Perubahan
Ke depan, Kiai Sudirman yang juga Direktur MBS Makassar berharap kader IPM sebagai cikal bakal ulama dan pemimpin masa depan Muhammadiyah mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal iman dan takwa.
“Di sinilah lahir para ulama, cendekiawan, aktivis, dan pejuang persyarikatan. Saya sendiri merasakan betapa IPM banyak mengajarkan berbagai hal hingga saya bisa menjadi pendakwah,” katanya.
Ia berpesan agar kader IPM menjadi pelajar berilmu sekaligus berakhlak mulia sebagai aset perubahan.
“Jangan hanya pandai berbicara tanpa karakter. Ilmu tanpa akhlak berbahaya, sedangkan akhlak tanpa ilmu akan lemah,” jelasnya.
Menurutnya, setidaknya ada tiga hal yang harus dimiliki kader IPM, yaitu kuat literasi, tajam berpikir, dan meluruskan niat sebelum bertindak.
“Jangan terjebak euforia. Siapkan diri untuk bangsa dan negara sebagaimana pemuda dahulu, seperti Umar bin Abdul Aziz yang memimpin sebelum usia 40 tahun dan Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan Konstantinopel di usia muda,” tegasnya.
Pembukaan Muktamar ditandai pemukulan gendang sebagai simbol dimulainya forum tertinggi organisasi pelajar Muhammadiyah yang diikuti delegasi seluruh Indonesia.
Prosesi pembukaan dilakukan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita, serta Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd Rakhim Nanda.
Kehadiran tokoh nasional, pimpinan persyarikatan, dan unsur pemerintah menunjukkan dukungan luas terhadap gerakan kaderisasi pelajar Muhammadiyah.






0 Tanggapan
Empty Comments