
(Umi Latifah/PWMU.CO)
PWMU.CO – Training of Trainer (ToT) Baitul Arqam (BA) Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur secara resmi ditutup pada Ahad (8/9/2024) di Aisyiyah Training Center (ATC) Pasuruan.
Acara penutupan ini menegaskan pentingnya keterampilan dan manajemen dalam melaksanakan pelatihan.
Rangkaian ToT BA MPK PWA Jawa Timur dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom pada 25 Agustus 2024, tahap kedua di zona timur pada 31 Agustus hingga 1 September 2024, dan tahap ketiga di zona barat pada 7-8 September 2024 di ATC Pasuruan.
Peserta ToT BA menerima materi yang meliputi Dinamika Perkaderan ‘Aisyiyah, pengelolaan Google Classroom (GCR), bedah kurikulum BA, serta berbagai teknik pelatihan seperti Training Need Assessment, Assessment Evaluasi, strategi pelatihan, merancang outbound, mendesain pelatihan, serta praktik micro teaching dengan peran lengkap.
Asmawatie Rosyidah MPd, Master of Training (MOT) ToT BA MPK PWA Jawa Timur, dalam sambutannya menyampaikan, “Selamat kepada para peserta yang telah menyelesaikan kegiatan ini dengan baik. Kami telah memberikan teori dan praktik yang komprehensif. Semoga para alumni dapat menerapkannya di daerah masing-masing dengan efektif.”
Dia juga mengingatkan agar para alumni tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembagian tugas yang jelas dalam pelatihan.
“Jangan seperti tukang cukur yang melakukan semua tugas sendiri. Penting untuk memfokuskan diri pada tugas yang diberikan dan bekerja dalam tim sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” tegas Asmawatie.
Sebagai analogi, manajemen tukang cukur melibatkan semua tugas dari menyapa konsumen hingga menerima upah, yang perlu dihindari dalam pelatihan.
“Dalam pelatihan, setiap orang memiliki peran yang spesifik, seperti MOT, Imam Training, Fasilitator Kelas, Observer, dan panitia. Semua bekerja bersama untuk mencapai tujuan,” jelasnya.
Asmawatie juga menekankan pentingnya evaluasi dalam setiap pekerjaan dan pelatihan. Dia menganjurkan penggunaan prinsip PMI (Plus, Minus, Improvement) untuk terus meningkatkan kualitas kerja.
“Evaluasi adalah kunci. Gunakan prinsip PMI untuk menilai dan mengembangkan apa yang telah dilakukan,” pungkasnya.
Penulis Nurul Hidayah Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments