Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tradisi Silaturahmi ke Keluarga Pendiri Muhammadiyah Jalen Masih Terjaga hingga Kini

Iklan Landscape Smamda
Tradisi Silaturahmi ke Keluarga Pendiri Muhammadiyah Jalen Masih Terjaga hingga Kini
pwmu.co -
Suasana penuh keakraban saat berkunjung ke rumah keluarga pendiri Muhammadiyah ranting Jalen (Abi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kebiasaan berkunjung ke rumah pendiri Muhammadiyah Ranting Jalen Banyuwangi, KH Mu’arif, setelah shalat Idul Fitri terus menjadi tradisi yang dilanjutkan hingga kini. Pada Senin (31/3/2025), para jamaah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen langsung bersilaturahmi ke rumah keturunan KH Mu’arif, Ustadz Mashur Ashari SAg.

Usai pelaksanaan shalat Idul Fitri, dari ketujuh keturunan KH Mu’arif, hanya Gus Hari, sapaan Mashur Ashari, yang masih istiqamah melanjutkan perjuangan ayahnya melalui kajian tafsir al-Quran dan syarah Hadits Shahih Bukhari setiap Kamis malam dan Senin malam selepas shalat Magrib hingga menjelang Isya. Kegiatan tersebut dilakukan di Mushalla Miftahul Jannah, satu-satunya mushalla yang menjadi saksi sejarah berdirinya Muhammadiyah Ranting Jalen.

Suasana mulai terasa hidup dan cair saat salah satu pengurus PRM Jalen, H Hakim, membuka pembicaraan dengan mengenang lembaran lama kisah perjuangan yang penuh tantangan.

Ia menceritakan bagaimana pada era 1950-an, Muhammadiyah masih dianggap asing dan bahkan mendapat penolakan dari masyarakat setempat karena kemoderatannya. Muhammadiyah mungkin dipandang sebagai aliran yang berbeda, terutama dalam beberapa bacaan shalat serta kebiasaan jamaahnya yang tidak mengenakan peci dan sarung saat shalat berjamaah. Pada masa itu, hal tersebut dianggap krusial, bahkan mempengaruhi sah atau tidaknya shalat seseorang menurut pandangan masyarakat setempat.

“Berkat perjuangan yang ulet, kini kita, meskipun hanya sekelas ranting, telah memiliki lima Amal Usaha Muhammadiyah yang berjalan dengan baik,” ujar Hakim mengenang sejarah Muhammadiyah di Kampung Jalen.

Percakapan semakin gayeng setelah salah satu jamaah nyeletuk tentang pelaksanaan hari raya tahun ini yang bisa bersamaan dengan saudara-saudara kita sesama Muslim. Bahkan, ada yang sempat khawatir, seperti beberapa tahun silam, ketika pengumuman hari raya dilaksanakan pada pukul 23.00 WIB. Hal itu membuat banyak masyarakat terjaga sepanjang malam karena harus melaksanakan zakat fitri dini hari.

Alhamdulillah, kejadian itu tidak terulang kembali. Kalau pun pelaksanaan berbeda, sudah ada pengumuman sebelumnya, jadi tidak mepet-mepet seperti waktu itu,” timpal Gus Hari, menyela percakapan para jamaah.

Tidak terasa hampir satu jam acara silaturahmi berlalu. Akhirnya, setelah saling memohon maaf, acara kunjungan ke keluarga pendiri Muhammadiyah Jalen pun berakhir, dan semua peserta berpamitan untuk undur diri. (*)

Penulis Abdul Muntholib Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu