Setelah mengabdi selama tiga puluh dua tahun di SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi, Dra. Kalimah resmi memasuki masa pensiun pada akhir tahun 2025. Sebagai bentuk penghormatan, seluruh warga sekolah—mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan—menggelar upacara seremonial pelepasan pada Rabu (7/1/2026) di halaman sekolah dengan tertib dan penuh adab.
Upacara pelepasan guru purna tugas ini dipandu oleh pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muha. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan, sambutan, pemberian tali asih, hingga sesi bersalaman dan saling memaafkan.
Dalam sambutan perpisahannya, Dra. Kalimah menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang selama ini memberikan kepercayaan dan kesempatan baginya untuk mengabdi sebagai pendidik.
Ia juga memohon maaf kepada seluruh warga sekolah.
“Sekian lama kita berkumpul, saya secara pribadi memohon maaf yang setulus-tulusnya atas perilaku, perkataan, dan tindakan yang mungkin pernah menyinggung perasaan panjenengan semua. Semoga persaudaraan tidak berhenti sampai di sini. Pintu rumah saya terbuka untuk siapa saja,” ujarnya. Kepada peserta didik, terutama kelas XII, ia juga menyampaikan permintaan maaf dan doa agar mereka meraih sukses di masa depan.
Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd., yang mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Dra. Kalimah selama puluhan tahun. Ia juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh guru dan karyawan.
Lagu “Sampai Jumpa” Iringi Suasana Haru
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian tali asih yang diserahkan langsung oleh kepala sekolah. Suasana semakin haru ketika sesi berjabat tangan dimulai sebagai simbol perpisahan dan permohonan maaf.
Di tengah prosesi tersebut, terdengar lantunan lagu “Sampai Jumpa” dari Endank Soekamti yang dinyanyikan oleh paduan suara sekolah dan diiringi musik online. Syair lagu yang menyentuh membuat suasana semakin emosional. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan ikut menyanyikan bersama, bahkan beberapa siswi dan guru tidak kuasa menahan air mata.
Cuplikan syair yang menyentuh hati:
Datang akan pergi, lewat kan berlalu,
Ada kan tiada, bertemu akan berpisah…
Usai rangkaian acara selesai, seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran seperti biasa. Upacara itu menjadi momen yang tak terlupakan bagi warga SMA Muha Genteng sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang Dra. Kalimah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments