Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Transformasi Dakwah Digital: Pondok Shabran UMS Delegasikan Kader Ikuti Pesantren Jurnalistik

Iklan Landscape Smamda
Transformasi Dakwah Digital: Pondok Shabran UMS Delegasikan Kader Ikuti Pesantren Jurnalistik
9 kader Pondok Shabran UMS, didelegasikan pada acara Pesantren Jurnalistik MPI PWM Jawa Tengah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendelegasikan sembilan kader untuk mengikuti Pesantren Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat-Sabtu (6-7/3/2026) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, Semarang.

Sembilan kader yang mengikuti kegiatan tersebut ialah Dwi Kurniadi, Ahmad Muwaffiqul Choir, Hammam Alghazy, M. Faozan Syifaur Rahman, Nurul Fahri Friyanda, Choiril Amirah Farida, Nurul Ramadhani, Muhammad Farhan, serta Amtsal Ajhar.

Kegiatan pelatihan jurnalistik diikuti oleh peserta dari berbagai unsur di lingkungan Muhammadiyah Jawa Tengah, diantaranya perwakilan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) PWM Jawa Tengah, serta humas dan tim media Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Jawa Tengah.

Dakwah Digital

Dengan mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: Dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile”, Pesantren Jurnalistik ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya yaitu mencetak jurnalis Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain itu, juga meningkatkan kemampuan penulisan berita dan optimasi mesin pencari (SEO), menguatkan kualitas opini serta storytelling, mengasah keterampilan foto dan video berbasis smartphone, serta mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk dakwah digital.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran jurnalis sejatinya merupakan bagian dari dakwah, yaitu mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran melalui tulisan serta informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Tugas jurnalistik itu tidak jauh berbeda dengan dai, yakni mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Pertanyaannya adalah kita punya keberanian atau tidak untuk menegakkan kebenaran melalui tulisan,” ujar Wahyudi, Sabtu, (7/3).

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si., Director Indoriset Communication Semarang, Agung Setia Bakti, S.Sos., M.Si., dan jurnalis TVRI, Mukhtarom.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pesantren Jurnalistik

Muhammad Farhan, salah satu kader Pondok Shabran UMS, mengungkapkan kesan atas keikutsertaannya dalam pesantren jurnalistik tahun ini.

“Saya merasa terbantu sekali karena dari acara ini kita dibekali terkait pembuatan berita di era AI hingga tata cara photojournalism dan videografi jurnalistik,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Farhan juga berharap pesantren jurnalistik, ada di tahun – tahun yang akan datang.

“Karena program ini sangat menarik dan penuh pembelajaran, saya berharap pesantren jurnalistik tidak berhenti di tahun ini saja, namun bisa berlanjut di tahun yang akan datang dan lebih baik lagi,” pungkas Farhan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jurnalistik sekaligus memperkuat peran media Muhammadiyah dalam menyebarkan informasi yang mencerahkan kepada masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu