Acara puncak International Scholarship telah selesai. Lefhia Ayu Adinda siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat raih tiga penghargaan: Utama, Best Essay, dan Best Counter. Penghargaan tersebut disaksikan 17 peserta lain, para pembina, pemateri, serta panitia. Hal itu disampaikan Ali Ahmadi MPd sang pembina sepulang dari Malaysia, Kamis (14/8/2025).
Menurut pengakuan Ali Ahmadi, kegiatan ini cukup padat dan dapat diikuti dengan suasana penuh keakraban. Keadaan ini membuat para peserta menaruh perhatian pada setiap materi yang diberikan oleh pemateri, termasuk Lefhia Ayu Adinda yang tampak ceria sekali.
Di sela-sela kegiatan, para peserta dan pembina diajak mengenal tempat wisata di Malaysia. Antara lain, Jembatan Simola, yaitu jembatan yang menghubungkan Kampung Baru dengan pusat kota Kuala Lumpur.
Banyak wisatawan asing berkunjung ke jembatan ini. Letaknya sangat strategis karena banyak wisatawan dan penduduk negeri yang berkunjung ke pusat kota Kuala Lumpur.
Masjid Putrajaya Malaysia berlokasi di tepi Danau Putrajaya. Dengan kubah merah mudanya yang ikonik dan menara menjulang tinggi, masjid ini menggambarkan keindahan seni Islam yang berpadu dengan teknologi modern.
Bagi wisatawan non-Muslim, diwajibkan memakai jubah berwarna merah, menutup aurat, serta berada pada batas-batas yang telah ditentukan. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu orang yang berjamaah.
Maka, tidak heran jika banyak wisatawan mampir ke masjid yang sangat indah ini, tambah pembina IPM SMA Muhammadiyah 1 Babat tersebut.
Sementara itu, Lefhia merasa senang mengikuti kegiatan di Malaysia. Ia menambah keakraban dengan peserta International Scholarship Workshop yang jumlahnya hanya 18 orang termasuk dirinya.
Di workshop itu, dia bisa belajar banyak hal. Selain bagaimana apply beasiswa, membuat essay, dan pelatihan bahasa, ia juga belajar berbagai macam budaya dari para peserta, termasuk budaya di Malaysia.
Dia merasa gembira mengikuti perjalanan wisata di Malaysia yang sangat luar biasa, tambahnya. Malaysia menawarkan perpaduan budaya, alam, dan modernitas yang menarik.
Keramahan warga lokal menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya itu, kebersihan kota, dan kemudahan akses ke berbagai tempat. Ia juga membeli beberapa suvenir untuk rekan dan keluarga.
Agus Al Qusyairy, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Babat, ikut berbahagia. Lefhia mendapatkan pengalaman baru pada International Scholarship Workshop serta pengalaman berkunjung ke tempat wisata di Malaysia.
“Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk pengembangan dirinya,” ujarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments