Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Trump Beri Pernyataan Berbeda soal Serangan Sekolah di Iran

Iklan Landscape Smamda
Trump Beri Pernyataan Berbeda soal Serangan Sekolah di Iran
Trump Beri Pernyataan Berbeda soal Serangan Sekolah di Iran. Foto: Aljazeera
pwmu.co -

Serangan mematikan yang menghantam sebuah sekolah dasar di wilayah selatan Iran memicu kemarahan internasional setelah menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar di antaranya anak-anak. Insiden yang terjadi di Kota Minab tersebut kini memicu tuntutan penyelidikan di Amerika Serikat terkait kemungkinan keterlibatan militer AS.

Peristiwa tragis itu terjadi pada 28 Februari 2026 dan menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Di tengah tekanan politik yang meningkat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan yang berubah-ubah terkait serangan tersebut. Dikutip dari Aljazeera, Pada awalnya ia menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pemboman sekolah tersebut. Namun belakangan, Trump mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti detail serangan tersebut.

Laporan Investigasi Awal Soroti Keterlibatan Militer AS

Laporan yang diterbitkan The New York Times pada Rabu menyebutkan bahwa investigasi awal dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat menemukan indikasi bahwa serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh militer AS.

Ketika ditanya apakah dirinya bertanggung jawab atas serangan tersebut, Trump kembali memberikan jawaban yang tidak tegas.

“Saya tidak tahu tentang itu,” ujar Trump kepada wartawan ketika diminta menanggapi laporan tersebut.

Pernyataan ini berbeda dengan sikapnya beberapa hari sebelumnya, ketika ia menyatakan bahwa Iran kemungkinan membom sekolahnya sendiri.

Trump pada Sabtu lalu bahkan menyebut Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Menurutnya, Iran dikenal memiliki sistem persenjataan yang tidak akurat.

“Berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan persenjataan mereka,” kata Trump saat itu.

Pentagon Masih Lakukan Penyelidikan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth yang berdiri di belakang Trump tidak secara langsung mendukung klaim tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa Pentagon masih melakukan investigasi terhadap serangan yang menewaskan ratusan warga sipil itu.

Serangan di Minab kini menjadi simbol tingginya korban sipil dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menurut pemerintah Iran, konflik tersebut telah menyebabkan sedikitnya 1.300 orang tewas sejak serangan awal dilancarkan.

Bukti Video Mengarah ke Rudal Tomahawk

Sejumlah rekaman baru yang muncul setelah serangan menunjukkan bahwa ledakan kemungkinan disebabkan oleh rudal Tomahawk. Senjata tersebut diketahui merupakan sistem rudal milik Amerika Serikat yang digunakan dalam berbagai operasi militer jarak jauh.

Beberapa media internasional dan tim investigasi independen juga menyimpulkan bahwa rudal yang digunakan dalam serangan tersebut memiliki karakteristik yang identik dengan Tomahawk.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Rudal jenis ini tidak dimiliki oleh Iran maupun Israel, sehingga memicu spekulasi kuat mengenai keterlibatan militer Amerika Serikat.

Namun Trump kembali membuat pernyataan kontroversial dengan mengatakan bahwa Iran juga mungkin memiliki rudal Tomahawk.

Pernyataan tersebut langsung mendapat kritik dari sejumlah pakar militer karena Iran selama ini berada di bawah sanksi ketat Amerika Serikat dan tidak memiliki akses untuk membeli senjata tersebut.

Senator AS Sebut Serangan Kemungkinan Kesalahan

Senator Partai Republik John Kennedy yang dikenal sebagai sekutu politik Trump mengatakan bahwa kemungkinan besar serangan tersebut dilakukan oleh militer Amerika Serikat, tetapi ia menilai insiden tersebut mungkin terjadi karena kesalahan.

“Kami masih menyelidiki, tetapi menurut saya ini adalah kesalahan yang sangat besar,” kata Kennedy dalam wawancara dengan CNN.

Ia menambahkan bahwa investigasi mungkin saja menunjukkan hasil berbeda, namun fakta bahwa banyak anak-anak menjadi korban tetap menjadi tragedi besar.

Demokrat di Senat Tuntut Penjelasan

Tekanan politik di Washington juga semakin meningkat. Hampir seluruh senator dari Partai Demokrat mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk meminta penjelasan terkait serangan di Minab.

Dalam surat tersebut, para senator meminta penjelasan mengenai prosedur perlindungan warga sipil yang diterapkan dalam operasi militer serta penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam menentukan target serangan.

Mereka juga menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran merupakan keputusan politik yang tidak mendapat persetujuan resmi dari Kongres Amerika Serikat.

“Serangan terhadap Iran adalah perang pilihan tanpa otorisasi Kongres. Namun selama operasi militer berlangsung, Amerika Serikat dan Israel tetap harus mematuhi hukum internasional dan hukum perang,” tulis para senator dalam surat tersebut.

Mereka juga mendesak agar penyelidikan dilakukan secara cepat dan transparan serta hasilnya diumumkan kepada publik.

Para senator menilai akuntabilitas sangat penting terutama jika operasi militer tersebut terbukti menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡