Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia 2026 Diprotes, Empat Negara Soroti Transparansi FIFA dan AFC

Iklan Landscape Smamda
Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia 2026 Diprotes, Empat Negara Soroti Transparansi FIFA dan AFC
pwmu.co -

PWMU.CO – Gelombang protes terhadap keputusan FIFA dan AFC terkait penunjukan tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia terus membesar.

Setelah Indonesia dan Irak, kini giliran Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman yang menyuarakan keberatannya.

Federasi Sepak Bola UEA secara resmi meminta agar proses penunjukan tuan rumah dilakukan secara adil dan terbuka. “Asosiasi Sepak Bola UEA meminta FIFA dan AFC bersikap netral saat memilih negara tuan rumah untuk pertandingan play-off Asia,” tulis pernyataan resmi mereka, Kamis (12/6/2025).

Nada serupa juga disampaikan Federasi Sepak Bola Oman. Mereka menekankan pentingnya transparansi dan ketidakberpihakan dalam setiap tahapan proses pemilihan.

“Asosiasi Sepak Bola Oman menekankan pentingnya transparansi dan ketidakberpihakan dalam proses pemilihan negara tuan rumah untuk pertandingan play-off Asia Piala Dunia 2026,” tegas mereka.

Protes ini bermula dari kabar bahwa FIFA dan AFC menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah pertandingan ronde keempat, tanpa proses bidding terbuka atau pemberitahuan resmi sebelumnya kepada negara-negara peserta.

Langkah ini dianggap janggal karena menyangkut keuntungan sebagai tuan rumah di laga yang sangat menentukan. Suasana kompetisi yang seharusnya netral malah dinodai oleh dugaan pengaturan sepihak.

“Jika benar hanya dua negara itu yang ditunjuk, sementara yang lain tidak diberi kesempatan sama, itu sudah melanggar prinsip fair play,” ujar seorang analis sepak bola Asia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sebelumnya, Indonesia dan Irak telah lebih dahulu melayangkan protes resmi. Kini, dengan masuknya UEA dan Oman, suara protes datang dari berbagai kawasan—baik Asia Tenggara maupun Timur Tengah. Artinya, mayoritas tim peserta ronde keempat telah menyuarakan ketidakpuasan.

Kini, bola panas ada di tangan FIFA dan AFC. Akankah mereka bertahan dengan keputusan semula, atau membuka kemungkinan format baru yang lebih adil?

Saran Kocak tapi Masuk Akal

Di tengah ketegangan ini, muncul satu usulan menarik dari warganet: jika tetap ingin digelar di Qatar dan Arab Saudi, maka dibalik saja. Artinya, Arab Saudi bermain di Qatar, dan Qatar bermain di Arab Saudi. Netralitas tetap dijaga, tanpa harus membatalkan lokasi.

Meskipun terdengar sederhana, saran ini justru mencerminkan kegelisahan publik akan pentingnya keadilan dalam dunia sepak bola. Karena seperti yang sering kita dengar: bola itu bundar, tapi keputusan seharusnya tidak bias. (*)

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu