
PWMU.CO – Sebagai bagian dari program tahunan Pondok Pesantren Mu’alimin Jogjakarta, sebanyak seratus santriwan dan santriwati diterjunkan ke Banyuwangi untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari selama bulan Ramadan. Para santri tersebut disebar ke berbagai masjid Muhammadiyah di Banyuwangi, termasuk tujuh santri yang tiba di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen pada Kamis (6/3/2025). Mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan dakwah selama tujuh hari ke depan.
Ketua PRM Jalen menyatakan bahwa para santri akan ditugaskan di beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah PRM Jalen, seperti SD Muhammadiyah 9, TK ABA VII, TPA, Madrasah Diniyah (Madin), dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Falah yang bernaung di Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Banyuwangi.
Selama bertugas, ketujuh santri tersebut akan tinggal di Masjid Al-Falah yang telah menyediakan fasilitas asrama di lantai dua. Kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) juga telah tersedia. Sementara itu, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Jalen telah mempersiapkan konsumsi buka puasa dan sahur sejak satu bulan sebelum Ramadan.
“Setelah kami mendengar bahwa Muhammadiyah Jalen akan kehadiran santri magang, kami langsung mengadakan rapat koordinasi untuk mempersiapkan kebutuhan mereka,” ujar Hj. Lilik Ekowati, Bendahara PRA Jalen.

Dua hari sebelum kedatangan santri, SD Muhammadiyah 9 Jalen, PRM Jalen, takmir Masjid Al-Falah, LKSA Nurul Falah, dan PRA Jalen mengadakan rapat koordinasi untuk menentukan kegiatan santri selama satu pekan. Kepala Takmir Masjid Al-Falah, Nawachid menyampaikan bahwa santri akan membantu pelaksanaan Baitul Arqom siswa di SDM 9, mengisi kultum salat tarawih dan subuh, membimbing anak-anak dalam tadarus al Quran menjelang berbuka, serta menjadi imam salat tarawih atau salat fardu jika memungkinkan.
Kehadiran santri Mu’alimin di PRM Jalen disebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Para santri dapat menyelesaikan tugas akademiknya, sementara PRM Jalen terbantu dengan berbagai kegiatan Ramadan yang mereka isi,” tambah Nawachid. (*)
Penulis Abdul Muntholib Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments