Sebanyak delapan siswa kelas 3 dan 4 SDN 131 Gresik tampak antusias mengikuti pelatihan membuat totebag ecoprint kreatif bertema “Kreasi Alam: Totebag Ecoprint”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Kamis (7/8/2025) di halaman SDN 131 Gresik.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak siswa menyalurkan kreativitas melalui teknik ecoprint, yaitu metode mencetak motif dari daun dan bunga langsung ke permukaan kain. Pada kegiatan kali ini, media yang digunakan adalah totebag atau tas kain polos. Daun jambu, bunga kertas, daun pepaya, dan rumput yang terdapat di sekitar lingkungan sekolah menjadi bahan utama.
Dengan bimbingan mahasiswa KKN UMG, para siswa menyusun daun dan bunga di atas totebag, kemudian memukulnya secara perlahan menggunakan alat kayu (pounding) hingga warna alami dari daun dan bunga berpindah ke permukaan kain.
“Kami ingin memperkenalkan cara berkarya yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga ramah lingkungan. Anak-anak jadi tahu bahwa dari alam pun kita bisa menciptakan sesuatu yang indah,” ujar salah satu mahasiswa KKN, Amel.
Setiap totebag menjadi karya yang unik. Ada yang membentuk pola hati dari bunga, ada pula yang menyusun daun menjadi gambar pohon. Anak-anak pun tampak bangga dengan hasil karya mereka.
“Aku bikin bentuk bunga besar dari daun pepaya. Warnanya keluar semua! Nanti aku bawa ke rumah biar Mama lihat,” kata salah satu siswa kelas 4, Reyhan dengan antusias.
Sebagai tambahan, para mahasiswa juga mengadakan sesi ice breaking sebelum kegiatan dimulai, tujuannya adalah agar para siswa tetap bersemangat dan antusias saat mengikuti proses ecoprint.
Kegiatan ditutup dengan pameran galeri mini, di mana totebag hasil karya digantung di taman sekolah. Guru dan siswa tampak antusias serta menikmati hasil karya yang dipamerkan.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Anak-anak diajak aktif, kreatif, dan semakin dekat dengan alam,” ungkap wali kelas 3 SDN 131 Gresik, Pipit.
Menguatkan Pembelajaran Tematik dan Karakter
Kegiatan ecoprint ini juga sejalan dengan pembelajaran tematik di sekolah dasar yang menggabungkan unsur seni, sains, dan pendidikan karakter. Para siswa tidak hanya memahami bahwa daun mengandung pigmen warna alami, tetapi juga belajar bekerja sama, bersabar dalam proses, serta menghargai hasil karya buatan sendiri.
Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak berlatih mengenali berbagai bentuk dan tekstur tumbuhan. Mahasiswa KKN juga menyisipkan cerita singkat mengenai manfaat dari masing-masing tanaman yang digunakan, seperti daun pepaya yang mengandung enzim papain, atau bunga kertas yang umum dijadikan tanaman hias karena tahan terhadap panas.
“Saya baru tahu kalau warna daun bisa keluar di kain. Ternyata alam itu bisa dijadikan alat gambar,” ucap siswa kelas 3, Alvin, yang awalnya sempat ragu untuk mencoba.
Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab. Setiap siswa diberi peran masing-masing: ada yang bertugas mengumpulkan bahan, menyiapkan alat, hingga membantu teman yang mengalami kesulitan saat proses memukul daun.
Hal ini membentuk kebiasaan gotong royong dan kepedulian terhadap proses, bukan hanya fokus pada hasil akhir.
Baik guru maupun mahasiswa berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi contoh praktik baik yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain. Tidak perlu alat mahal atau bahan kimia berbahaya, karena semua bisa dimulai dari hal sederhana yakni alam sekitar.
“Harapan kami, kegiatan ini tak berhenti di sini. Semoga guru-guru bisa menjadikannya bagian dari pembelajaran rutin karena para siswa sangat menikmati dan hasilnya bisa jadi produk kreatif,” tutur Koordinator mahasiswa KKN, Mildam.
Sebagai bentuk apresiasi, karya-karya totebag ecoprint ini juga difoto dan dicetak untuk dipajang di papan informasi sekolah. Beberapa siswa bahkan mengusulkan agar kegiatan semacam ini diadakan secara rutin setiap bulan.
Hal ini menunjukkan bahwa melalui kegiatan totebag ecoprint, kreativitas anak dapat tumbuh subur apabila diberikan ruang, waktu, dan kepercayaan untuk berekspresi, bahkan dengan bahan sederhana seperti daun dan bunga. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments