Sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai filantropi di bulan Ramadan, santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) At-taqwa Muhammadiyah Kranji Paciran Lamongan, menggelar aksi berbagi takjil pada Rabu (11/03/2026).
Filantropi merupakan perwujudan kasih sayang antar sesama manusia yang dituangkan melalui kedermawanan. Bagi para santriwati, aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan praktik nyata bentuk pengabdian sosial untuk menebar manfaat bagi masyarakat sekitar.
Aksi ini melibatkan 53 santriwati dengan pendampingan 6 ustdzah. Untuk efektivitas pembagian, para santriwati dibagi ke dalam dua kelompok yang disebar secara merata di dua titik strategis, yakni area depan Indomaret Kranji atau depan IAI Tabah Kranji dan pertigaan Jangkang (Kranji – Drajat).
Sebanyak 110 paket berisi roti dan air mineral dibagikan kepada para pejalan kaki serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Para santriwati dengan ramah menyapa setiap pelintas, menghadirkan suasana hangat dari antusias masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar aksi sosial, namun juga berpijak pada nilai ibadah. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang menjadi motivasi utama para santriwati:
“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)
Melalui semangat ini, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi santriwati untuk mengasah kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antara lingkungan pesantren dengan masyarakat sekitar.
Koordinator lapangan, Khalisa Naura Athifa Warda, menyampaikan bahwa aksi ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang konsisten dilaksanakan selama lima tahun terakhir setiap bulan Ramadan.
Sumber pendanaan aksi ini berasal dari inisiatif para santri.
“Dana yang digunakan merupakan hasil tabungan para santriwati sendiri yang kemudian diwujudkan dalam bentuk paket takjil,” ujarnya santri yang duduk di kelas 2 wustho ini.
Melalui langkah kecil ini, para santriwati Ponpes At taqwa tidak hanya membagikan ta’jil, tetapi juga menyebarkan pesan hangat bahwa semangat berbagi dapat tumbuh darl kemandirian dan kepedulian yang dipupuk sejak dini di lingkungan pesantren. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments