Perkembangan dunia digital yang semakin pesat turut membuka ruang prestasi baru bagi pelajar, salah satunya melalui cabang olahraga elektronik atau e-sport.
Hal tersebutlah yang ditunjukkan oleh siswa SMP Muhammadiyah 13 Kalen, Lamongan yang mengikuti lomba E-Sport Mobile Legends dalam ajang SFESA (Smais For Elite Sporting Achievement) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh SMA Islam Modo, Lamongan pada Senin (9/2/2026) dan diikuti oleh berbagai SMP dan MTs dari sejumlah wilayah.
Dalam ajang bergengsi tingkat pelajar tersebut, SMP Muhammadiyah 13 Kalen turut ambil bagian dengan mengirimkan satu tim terbaiknya sebagai perwakilan sekolah.
Tim e-sport SMP Muhammadiyah 13 Kalen terdiri dari lima pemain inti dan satu pemain cadangan, yaitu Rido (kelas IX), Abdan (kelas IX), Radit (kelas VIII), Bagus (kelas VIII), Yahya (kelas VIII), serta Waffa (kelas VIII) sebagai pemain cadangan.
Keikutsertaan siswa SMP Muhammadiyah 13 Kalen dalam event ini didampingi langsung oleh dua Guru pembina, Amri Amrullah dan M. Yanisar Al-Fatih, S.Pd.
Kehadiran para pembina tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap minat dan bakat siswa di bidang nonakademik, khususnya di era digital saat ini.
M. Yanisar Al-Fatih, yang akrab disapa Bapak Nisar, menyampaikan bahwa para siswa telah melakukan persiapan secara matang sebelum mengikuti lomba e-sport tersebut.
Menurutnya, meskipun berbasis permainan digital, e-sport tetap membutuhkan kerja sama tim, strategi, kedisiplinan, serta pengendalian emosi.
“Siswa-siswa SMP Muhammadiyah 13 Kalen sudah mempersiapkan diri dengan berlatih bersama secara rutin sepulang sekolah. Mereka belajar membangun kerja sama tim, memahami peran masing-masing, dan mengatur strategi permainan. Harapannya tentu bisa mendapatkan hasil yang maksimal pada event lomba e-sport ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa e-sport pada era kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai permainan. E-sport telah berkembang menjadi cabang kompetisi resmi yang bahkan dipertandingkan hingga tingkat nasional dan internasional.
“Meski berbentuk game, e-sport di era saat ini telah berkembang menjadi ajang kompetisi yang diakui secara resmi. Bahkan, telah hadir kompetisi bertaraf dunia yang mampu melahirkan pemain-pemain profesional andal di bidang e-sport. Oleh karena itu, sekolah perlu hadir untuk mendampingi dan mengarahkan siswa agar kegiatan ini tetap berjalan secara positif dan edukatif,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Amri Amrullah juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat yang ditunjukkan para peserta didik. Ia menilai para siswa tampil sangat antusias dan percaya diri selama mengikuti perlombaan.
“Anak-anak sangat bersemangat mengikuti lomba e-sport ini. Mereka tampil dengan penuh percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas. Kami berharap mereka bisa mendapatkan hasil maksimal dan membawa kebanggaan bagi SMP Muhammadiyah 13 Kalen,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan lomba, para siswa tampak serius dan fokus dalam bertanding. Mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga kekompakan tim serta komunikasi yang baik antaranggota.
Dukungan moral dari para pembina pun turut memberikan motivasi tersendiri bagi para pemain untuk tampil optimal. Partisipasi SMP Muhammadiyah 13 Kalen dalam ajang SFESA 2026 ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya secara positif, sekaligus melatih mental kompetisi sejak dini.
Dengan mengikuti lomba tingkat pelajar ini, diharapkan siswa SMP Muhammadiyah 13 Kalen semakin termotivasi untuk terus berprestasi, berinovasi, serta mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan tanggung jawab sebagai pelajar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments