Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UBN: Muhammadiyah Jangan Menjadi Oligarki Politik

Iklan Landscape Smamda
UBN: Muhammadiyah Jangan Menjadi Oligarki Politik
Ustadz Bachtiar Nasir saatemberikan kajian PCM Laren di PRM Karangwungulor. (Fatchul Mubin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pengajian bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren, Lamongan, pada Sabtu pagi (15/11/2025) terasa berbeda dari biasanya.

Pengajian yang digelar dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113 Masehi di Ranting Karangwungulor itu menghadirkan ulama dan dai nasional, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., MM (UBN), yang dikenal luas karena kajian ayat-ayat Al-Qur’annya yang mendalam dan kritiknya terhadap isu-isu kebangsaan.

Sejak pagi, rangkaian acara berjalan khidmat. Dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Pimpinan Ranting, Kepala Desa, PCM Laren, hingga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan.

Tidak ketinggalan prosesi penyerahan cendera mata kepada para alumni MI Muhammadiyah 9 Karangwungulor yang telah berdedikasi dalam memajukan pendidikan di daerah tersebut.

Tercatat 1.415 jamaah memadati lokasi pengajian. Suasana padat, tetapi tertib. Jamaah duduk rapat, menunggu kajian yang banyak dinantikan itu.

Oligarki dan Kerusakan Sosial

Dalam ceramah berdurasi sekitar delapan puluh menit, UBN mengupas tema-tema Al-Qur’an yang dikaitkan dengan realitas kebangsaan. Salah satu topik yang ia soroti adalah fenomena oligarki.

“Oligarki adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan dipegang oleh kelompok kecil yang berpengaruh, baik karena kekayaan, keturunan, militer, atau status sosial,” jelas UBN.

Ia menambahkan bahwa bentuk-bentuk oligarki sangat beragam: oligarki ekonomi, politik, aparat, hingga oligarki agama. Yang paling berbahaya, ujarnya, adalah ketika kekuatan-kekuatan itu bersatu.

“Apabila oligarki politik, agama, dan bisnis bersekutu, maka rusaklah Indonesia,” tegasnya sambil mengangkat intonasi, memantik perhatian jamaah.

UBN juga dikenal sebagai sosok yang tidak segan menyuarakan kritik terhadap berbagai bentuk ketidakadilan. Ceramah pagi itu pun sarat dengan refleksi dan ajakan untuk menjaga moral publik dalam kehidupan berbangsa.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pesan untuk Muhammadiyah

Khusus kepada warga Muhammadiyah, UBN menyampaikan pesan penting agar tetap konsisten menjaga marwah persyarikatan.

“Muhammadiyah sebagai organisasi besar jangan menjadi oligarki politik yang akhirnya mudah dipecah belah. Ingat, persatuan dan keadilan harus tetap dijaga karena menjadi prinsip kita semua,” pesannya.

Ustadz yang pernah menjadi bagian dari proses politik nasional dalam Pemilu 2019 itu menekankan bahwa Muhammadiyah harus menempatkan diri sebagai kekuatan moral, bukan kekuatan yang larut dalam kepentingan politik sempit.

Pesan ini disambut hangat oleh jamaah. Tidak satu pun beranjak hingga kajian ditutup, menandakan materi yang disampaikan benar-benar menyentuh hati dan membawa renungan mendalam.

Apresiasi PCM Laren

Ketua PRM Karangwungulor Khusnul Yaqin, M.Pd turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan kehadiran UBN.

“Alhamdulillah, pengajian berjalan lancar. Semoga ilmu yang beliau sampaikan menambah ghirah kita dalam berislam dan ber-Muhammadiyah,” ujarnya

Pengajian ditutup dengan doa bersama dan salam-salaman dengan penuh kehangatan. Para jamaah pulang dengan membawa bekal spiritual sekaligus pemahaman baru tentang pentingnya menjaga integritas, keadilan, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu