Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia terus dilakukan Lazismu Jember sebagai bagian dari komitmen menjaga amanah dan kepercayaan umat.
Salah satu ikhtiar tersebut tercermin dari partisipasi Dedi Miftahul Hamzah, SEI, Amil Lazismu Jember, dalam ujian sertifikasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) tingkat Jawa Timur, yang berhasil diraihnya dengan hasil Baik Sekali.
Menariknya, keikutsertaan Dedi dalam sertifikasi tersebut berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Ia mengungkapkan bahwa awalnya hanya hadir sebagai peserta pengganti dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Jawa Timur di Malang pada tahun lalu. Tanpa persiapan khusus, ia kemudian masuk ke ruang sidang Komisi II yang membahas pengawasan syariah.
“Saya terkejut karena ternyata langsung dilakukan ujian sertifikasi. Padahal sebelumnya sudah ada pembahasan, grup khusus DPS, dan materi yang dibagikan. Sayangnya, saya tidak mengetahui itu semua,” ujarnya.
Faktor Psikologis
Tantangan terbesar yang dirasakan Dedi adalah faktor psikologis. Mayoritas peserta lain merupakan utusan daerah yang berlatar belakang ulama senior. Kondisi tersebut sempat menimbulkan rasa minder, namun ia tetap berusaha mengikuti proses dengan tenang.
Beruntung, sebelum ujian dimulai, panitia memberikan sesi review materi. Dari sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran poin-poin utama yang akan diujikan sehingga masih ada kesempatan untuk menyesuaikan diri dan fokus pada substansi.
Saat hasil ujian diumumkan dan dinyatakan memperoleh nilai Baik Sekali, Dedi mengaku sangat bersyukur.
“Alhamdulillah, ini benar-benar di luar ekspektasi,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan kandidat DPS, melainkan peserta ujian sertifikasi, sehingga capaian ini dipandang sebagai bagian dari proses belajar dan penguatan kapasitas diri.
Menurut Dedi, sertifikasi DPS memiliki peran penting sebagai tolok ukur kompetensi pengawasan syariah sekaligus bekal menghadapi audit kepatuhan syariah yang akan segera diberlakukan. Ia berpesan kepada sesama Amil Lazismu agar terus berproses, meningkatkan kompetensi keamilan, rendah hati, dan tidak cepat berpuas diri.
Kepada generasi muda Muhammadiyah, Dedi mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal target penghimpunan, tetapi juga kesiapan menghadapi audit kepatuhan syariah.
“Sudah saatnya kita menyiapkan diri dengan lebih matang agar langkah Lazismu ke depan semakin aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments