Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya melalui Program Studi S1 Keperawatan melaksanakan program pengabdian masyarakat inovatif melalui nomor kontrak 124/C3/DT.05.00/PM/2025 untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan lingkungan di Pendidikan Pesantren Muhammadiyah (PPM) An-Nur Sidoarjo.
Program yang dikemas dalam bentuk aplikasi pembelajaran interaktif ini dinamakan Edukasi Belajar Interaktif Mitigasi Bencana (EDUBIMA) berbasis Augmented Reality (AR). Kegiatan resmi dilaksanakan pada Kamis (13/11/2025) pukul 10.00 WIB.
Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan berbasis masyarakat yang bertujuan mengatasi minimnya pengetahuan santri dan tenaga pendidik PPM An-Nur mengenai mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan yang optimal.
Solusi yang ditawarkan adalah penerapan media pembelajaran digital berupa aplikasi EDUBIMA berbasis AR agar materi yang disampaikan mudah dipahami dan lebih interaktif.
Aplikasi EDUBIMA dirancang sebagai media edukasi yang sederhana, interaktif, dan menarik.
Fitur utamanya mencakup modul audio-visual, simulasi tanggap darurat berbasis AR, dan mini game edukatif. Melalui fitur simulasi AR, santri dan guru dapat memahami langkah-langkah tanggap darurat secara kontekstual dan realistis.
Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan keterampilan Pertolongan Pertama, edukasi sanitasi lingkungan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ketua tim, Ratna Agustin, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah para santri dan pendidik di PPM An-Nur Sidoarjo.
“Sasaran utama program adalah 40 santri, terdiri dari 25 putra dan 15 putri, serta seluruh tenaga pendidik PPM An-Nur Sidoarjo. Program ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM),” ujarnya.
PPM An-Nur dipilih karena berada di wilayah Sidoarjo, khususnya Kecamatan Tanggulangin, memiliki risiko tinggi terhadap bencana, seperti banjir, gempa bumi, dan dampak lumpur Lapindo yang masih memengaruhi kondisi tanah serta ekosistem.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), indeks risiko bencana Kabupaten Sidoarjo tahun 2020 termasuk kategori sedang dengan skor 78,89.
Tingginya potensi bencana ini menjadi alasan penting pelaksanaan program EDUBIMA.
Program ini dilatarbelakangi fakta bahwa Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia menurut World Risk Report (WRR) 2024.
Khusus di PPM An-Nur, permasalahan utamanya adalah minimnya kesiapsiagaan bencana, kurangnya pengetahuan evakuasi, dan belum tersedianya media pembelajaran yang mendukung mitigasi bencana. Selain itu, pengelolaan sampah organik dan anorganik di lingkungan pesantren juga belum optimal.
Program EDUBIMA berbasis AR diharapkan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan lingkungan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 3 (kesehatan yang baik dan kesejahteraan), SDG 4 (pendidikan berkualitas), dan SDG 11 (kota dan pemukiman berkelanjutan).
Ke depan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan implementasi penggunaan aplikasi EDUBIMA secara berkelanjutan selama tiga bulan, disertai monitoring, evaluasi, penyusunan laporan, dan perencanaan keberlanjutan program. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments