Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali mengukuhkan langkah internasionalisasinya dengan mengirim 15 mahasiswa Fakultas Teknik ke Taiwan.
Mereka akan menempuh program Double Degree selama satu tahun di St. John’s University Taiwan sekaligus menjalani magang di perusahaan internasional, hasil kerja sama strategis antara UMSurabaya, St. John’s University, dan Ministry of Education Taiwan.
Ke-15 mahasiswa Fakultas Teknik UMSurabaya sudah tiba di Taiwan, Ahad (21/9/2025) Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Kantor International Affairs St. John’s University sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyambutan mitra internasional.
Program 3+1 Double Degree ini merupakan buah dari kerja sama strategis antara UM Surabaya dengan St. John’s University Taiwan, berbagai perusahaan di Taiwan, serta dukungan penuh dari Ministry of Education Taiwan.
Melalui skema ini, mahasiswa menempuh tiga tahun studi di UM Surabaya dan satu tahun di St. John’s University dengan dukungan beasiswa penuh.
Tidak hanya belajar di kampus, mereka juga akan menjalani magang di perusahaan besar Taiwan untuk memperkaya pengalaman kerja internasional.
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, dan Digitalisasi UMSurabaya, Dr. Radius Setiyawann, menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti komitmen kampus dalam internasionalisasi juga menyiapkan lulusan yang berdaya saing global.
Dia menjelaskan persiapan program ini dilakukan cukup panjang, mulai dari pelatihan bahasa Mandarin dan Inggris, pembekalan budaya, hingga penguatan mental mahasiswa agar siap tinggal dan belajar di luar negeri.
“Namun, selama di Taiwan, mahasiswa akan lebih banyak menggunakan bahasa Inggris dalam perkuliahan maupun interaksi sehari-hari. Enam bulan pertama mereka fokus kuliah di St. John’s University, lalu enam bulan berikutnya dikombinasikan dengan program magang di perusahaan besar,” jelasnya.
Radius menambahkan, pengalaman belajar di luar negeri bukan hanya soal akademik, tetapi juga membuka cara pandang mahasiswa terhadap dunia.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kembali dengan ijazah double degree, tetapi juga dengan wawasan internasional, jejaring global, serta keterampilan profesional yang membuat mereka lebih percaya diri saat bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
Radius juga berharap 15 mahasiswa yang lolos seleksi ketat ini dapat menyelesaikan program dengan baik dan tepat waktu.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kerjasama Internasional (LKI) UMSurabaya, Yuanita Wulandari, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring perkembangan mahasiswa selama berada di Taiwan.
“Selain kuliah dan magang, mahasiswa juga akan mengikuti KKN Internasional yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa peserta program, Aldi Mustofa, mahasiswa semester 7 Teknik Informatika, mengaku antusias dengan kesempatan ini.
“Saya sudah menyiapkan diri dari segi bahasa dan mental. Program ini kesempatan langka yang tidak semua mahasiswa bisa dapatkan. Harapannya, selain lulus tepat waktu dan menambah relasi, saya juga bisa mengharumkan nama kampus dan Indonesia. Bahkan, kalau bisa, saya ingin melanjutkan studi S2 di Taiwan,” tuturnya.
Program ini diharapkan mampu menjadi pijakan penting bagi mahasiswa UMSurabaya untuk memperluas wawasan, menambah jejaring internasional, sekaligus mengukuhkan peran universitas sebagai kampus berdaya saing global. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments