Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) resmi menutup masa penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Tercatat, jumlah pendaftar yang diterima sebanyak 4.018 mahasiswa baru. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3.800 mahasiswa.
Rektorat UM Surabaya Dr Mundakir, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa baru ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang ditawarkan kampus.
“Peningkatan ini adalah bukti UM Surabaya semakin dipercaya masyarakat, baik di Surabaya maupun luar daerah,” ujar dia dalam konferensi pers Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan Ke-XVI yang berlaagsung diGedung G lantai 7 Kampus UM Surabaya, Sabtu (20/9/2025),
Untuk mendukung akses pendidikan, terang dia, UM Surabaya menyalurkan beasiswa senilai Rp10,36 miliar kepada mahasiswa.
Beasiswa tersebut dialokasikan melalui berbagai skema, antara lain Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Program Kreativitas Unggulan (PKUTM), beasiswa berprestasi, tahfidz, masyarakat sekitar kampus, hingga atlet.
UM Surabaya juga memberi perhatian khusus bagi penyandang disabilitas. “Kami membuka peluang besar bagi atlet dan difabel untuk bisa menempuh pendidikan tinggi di UM Surabaya. Ini adalah bagian dari komitmen inklusivitas kami,” terang Mundakir.
Alokasi beasiswa tersebut maksimal 10 persen dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) universitas, termasuk untuk mahasiswa asing maupun mahasiswa dengan prestasi khusus.
Saat ini, ribuan mahasiswa baru UM Surabaya tengah mengikuti Orientasi Dinamika Kampus. Pekan depan, mereka akan mulai menjalani perkuliahan di kelas.
Di sisi lain, UM Surabaya juga menyoroti tantangan digitalisasi di era saat ini. “Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Kami terus berlomba memanfaatkan dunia digital, baik untuk rekrutmen, promosi, maupun pengembangan layanan akademik,” jelasnya.
UM Surabaya mengakui bahwa generasi Z menjadi target utama rekrutmen mahasiswa. Oleh karena itu, strategi promosi diperkuat melalui media digital dengan dukungan layanan berbasis teknologi informasi.
Ketua Ikatan Alumni UM Surabaya, Suli Daim, juga turut hadir dalam konferensi pers tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi alumni dalam mendukung reputasi dan pengembangan kampus.
“Alumni UM Surabaya harus menjadi bagian dari penguatan jejaring dan promosi kampus. Ini adalah rumah kita bersama,” ujarnya.






0 Tanggapan
Empty Comments