Kabar menggembirakan datang dari Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. Seorang santri bernama Umar Abdul Aziz berhasil menuntaskan hafalan 30 juz al-Qur’an pada Kamis, 16 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB, sesuai dengan hari kelahirannya.
Momen istimewa itu menjadi bukti ketekunan dan semangat Umar dalam menapaki jalan para penghafal al-Qur’an.
Remaja kelahiran Magetan, 17 April 2008 ini dikenal sebagai santri yang tekun, disiplin, dan cerdas. Sehari-harinya, Umar tak pernah jauh dari al-Qur’an. Dalam setiap kesempatan, ia selalu membawa tas kecil berisi mushaf untuk murojaah, bahkan saat bepergian sekalipun.
“Ketika waktu kosong, Umar biasanya murojaah atau membaca buku. Ia juga sangat menonjol di bidang akademik,” ungkap Bahrul Ulum, salah satu pengajar.
Berprestasi dan Berakhlak Baik
Selain dikenal sebagai hafizh muda, anak dari Bapak Suroso dan Ibu Supiani juga berprestasi di berbagai ajang lomba. Ia pernah meraih Juara 1 Tahfidz Porseni Lamongan, Juara 1 MHQ FASHMU tingkat Kabupaten, Spesial Award Tahfidz ME Award, hingga Special Award Tahfidz tingkat Provinsi Al-Ma’un Awards. Tak hanya itu, ia juga pernah menjuarai 1 Olimpiade Biologi tingkat Kabupaten OMI MA dan Lomba IPS tingkat Kabupaten KSM MTS.
Menurut teman-temannya, Umar dikenal baik hati, suka menolong, dan disiplin. Karakter inilah yang membuatnya menjadi teladan bagi para santri lainnya.
Motivasi dan Kunci Keberhasilan
Ketika ditanya motivasinya menghafal al-Qur’an, Umar menjawab dengan penuh ketulusan,
“Saya ingin mendapatkan ridho Allah Ta’ala dan ridho orang tua. Semoga dengan hafalan ini, Allah memberikan kedudukan mulia bagi kedua orang tua saya di akhirat.”
Umar juga berbagi tips bagi para penghafal al-Qur’an lainnya:
- Niatkan semata karena Allah.
- Kurangi maksiat dan dosa.
- Membaca dan memahami arti serta asbabun nuzul ayat.
- Belajar tajwid dan bahasa Arab.
- Istiqamah murojaah dan berdoa sebelum menghafal.
- Berwudhu dan menjaga kesucian hati.
“Kalau sedang futur, jangan dipaksakan. Istirahat sejenak, lalu lanjutkan lagi murojaah. Yang penting istiqamah,” pesannya.
Santri Pejuang Ilmu
Umar memulai hafalannya sejak SD dengan juz 30 dan sebagian juz 29. Ia semakin serius ketika duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) 15 Al Mizan Lamongan. Setelah tujuh tahun berproses, akhirnya ia menuntaskan hafalan terakhir pada surat Al-Hadid halaman 541 dengan penuh haru. Setelah itu, melanjutkan di MA Muhammadiyah 9 Al Mizan Lamongan.
Cita-citanya sederhana namun mulia: menjadi da’i yang memperjuangkan kebenaran.
Dengan suaranya yang indah dan pemahaman agama yang mendalam, Umar diharapkan dapat menjadi penerus dakwah Islam yang mencerahkan, sebagaimana spirit dakwah Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments