UMGCINMATIC International Conference mengusung tema “Strengthening Teacher Education in The Era of AI”.
Konferensi internasional ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dengan Loei Provincial Education Office, Thailand.
Kedua pihak berkomitmen memperkuat peran pendidikan guru — di tengah derasnya arus perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi ini sebagai wujud nyata hubungan akademik lintas negara, dan sekaligus sebagai gambaran atas peran UMG sebagai kampus yang terus memperluas jaringan globalnya.
Ratusan peserta dari beberapa negara hadir dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/10/2025), di Hall Sang Pencerah UMG.
Kegiatan dibuka dengan penampilan Tari Damar Kurung yang diperankan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik.

Tarian khas Gresik ini menjadi simbol perpaduan antara nilai budaya dan semangat inovasi. Menggambarkan pendidikan modern yang masih berpijak pada akar tradisi lokal, sehingga tidak kehilangan relevansinya di panggung global.
Ketua panitia konferensi, Dr. Umaimah, S.E., M.Ak., CSRS, menjelaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dari berbagai negara untuk memperkuat kualitas guru di era digital.
“Event ini menjadi bertemunya gagasan dan budaya. Kita belajar bahwa kemajuan teknologi harus berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dan melalui konferensi ini, kami berharap tercipta kolaborasi berkelanjutan antara Indonesia dan Thailand dalam membangun masa depan pendidikan,” ujar Dr. Umaimah, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi dan Inovasi Universitas Muhammadiyah Gresik.
Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) UMG Prof. Dr. Yudhi Arifani, S.Pd., M.Pd., pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa kerja sama internasional ini menjadi langkah strategis bagi UMG dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi pendidikan yang berdaya saing global.
“UMG berkomitmen untuk menjadi pusat kolaborasi pendidikan dan penelitian lintas negara. Kita tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membangun jejaring yang membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan,” tandas Prof. Yudhi.
Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasinya secara mendalam atas kehadiran para peserta dan kolaborator internasional.
Pada kesempatan itu, beliau menyoroti pentingnya peran guru dalam mengimbangi kemajuan teknologi dengan karakter dan moralitas.
“Kecerdasan buatan dapat mempermudah proses pembelajaran, tetapi tidak dapat menggantikan sentuhan manusiawi dari seorang guru. Guru tetap menjadi jantung pendidikan, penggerak nilai, dan inspirasi bagi generasi penerus. Dan konferensi ini menegaskan posisi UMG sebagai kampus unggulan berwawasan internasional yang siap bersaing dan berkolaborasi di tingkat global,” tegas Khoirul.
Narasumber
Ada empat narasumber dalam konferensi internasional ini, yaitu:
- Dr. (C) Ulfatul Ma’rifah, M.Pd. (Dosen FKIP UMG)
- Dr. Wanida Simpol (Supervisor of Loei Provincial Education Office, Thailand)
- Sergeant Mr. Somkid Kesda (Director of Nonghin Wittayakom School, Thailand)
- Dr. Mongkhon Sonnuan (Provincial Education Office, Thailand)
Mereka menyampaikan pandangannya tentang teknologi dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan peran sosial dan etika dalam pendidikan.
Mereka menekankan pentingnya teacher empowerment agar pendidik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator yang menciptakan perubahan positif di ruang kelas.
Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari peserta — yang terdiri dari mahasiswa lokal, mahasiswa internasional yang berasal dari Comoros, Sudan, Yaman, Pakistan, Thailand, dan juga dosen-dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Gresik. ***





0 Tanggapan
Empty Comments