Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menegaskan kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui prosesi Yudisium ke-XIII Program Pascasarjana.
Kegiatan yang digelar pada Ahad (25/1/2026), di Ballroom Hotel Horison Gresik ini berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, sekaligus menandai babak baru bagi para akademisi yang telah menuntaskan studi strata dua.
Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025-2026, Program Pascasarjana UMG meluluskan sebanyak 33 magister. Rinciannya, 11 lulusan berasal dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris dan 22 lulusan dari Program Studi Magister Manajemen.
Para lulusan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata serta membawa warna baru di dunia profesional, baik pada sektor pendidikan maupun korporasi.
Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh sisi spiritual dan intelektual.
Ia membuka orasi dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surat Az-Zumar ayat 9 yang mempertanyakan secara retoris apakah sama antara orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang yang tidak mengetahui.
Kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa gelar magister bukan sekadar hiasan nama, melainkan tanggung jawab besar atas ilmu yang telah diemban.
Prof. Khoirul Anwar menjelaskan bahwa setiap lulusan mengemban dua misi besar. Pertama, misi pribadi, yaitu keberhasilan individu dalam menempa diri hingga layak menyandang gelar sarjana magister. Namun, yang tidak kalah penting adalah misi sosial. Dalam hal ini, ia menyoroti peran vital Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konstelasi global.
Dengan membandingkan kemajuan negara-negara maju, Prof. Khoirul Anwar menegaskan bahwa kunci utama kebangkitan sebuah bangsa terletak pada kualitas intelektual warganya.
“Kelulusan saudara-saudara hari ini harus menjadi sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa. Kita membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mampu menggerakkan perubahan sosial di masyarakat,” tegasnya di hadapan para lulusan.
Sebagai bekal bagi para alumni di dunia nyata, ia menitipkan dua nilai dasar yang harus dijunjung tinggi:
1. Ketauhidan dan Amanah:
Menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai kompas moral. Dengan ketauhidan yang kuat, seorang magister akan bekerja secara profesional karena merasa diawasi oleh Sang Pencipta sehingga integritas dan sifat amanah senantiasa terjaga.
2. Berprogres Menuju Kesempurnaan:
Ia berpesan agar para lulusan tidak terjebak dalam zona nyaman. Seorang intelektual harus senantiasa bergerak dinamis dan terus memperbaiki diri secara berkelanjutan (continuous improvement) demi mencapai kualitas pengabdian yang mendekati kesempurnaan.
Acara diakhiri dengan suasana hangat ketika para dosen dan pimpinan universitas memberikan ucapan selamat kepada para lulusan.
Dengan bekal keilmuan dan pesan moral dari Rektor, sebanyak 33 lulusan Pascasarjana UMG kini siap melangkah untuk menjawab tantangan zaman yang kian kompleks. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments