Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMM Dampingi Petani Tlekung Kembangkan Kopi Endemik Srandil lewat Pelatihan dan Teknologi Solar Dryer

Iklan Landscape Smamda
UMM Dampingi Petani Tlekung Kembangkan Kopi Endemik Srandil lewat Pelatihan dan Teknologi Solar Dryer
Kegiatan pelatihan penyambungan pucuk tanaman kopi. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Di tengah kawasan hutan Desa Tlekung, Kota Batu, sejumlah petani tampak antusias mengikuti pelatihan penyambungan pucuk tanaman kopi. Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut diisi dengan diskusi interaktif serta praktik langsung di lapangan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Ahad (15/2/2026) dengan fokus pada pengembangan kopi endemik Srandil sebagai komoditas unggulan lokal.

Tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan teknis kepada anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumber Makmur Sembada. Materi yang disampaikan meliputi teknik grafting atau sambung pucuk serta perbanyakan tanaman melalui metode stek.

Pelatihan ini bertujuan menghasilkan bibit kopi unggul yang lebih seragam dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Tidak hanya mempelajari teknik perbanyakan tanaman, para petani juga mendapatkan pelatihan pemangkasan cabang kopi yang tepat. Melalui praktik langsung di lapangan, peserta memahami bahwa pemangkasan yang benar mampu memperbaiki struktur tajuk tanaman, meningkatkan sirkulasi udara, serta mendorong produktivitas buah kopi.

Kegiatan semakin menarik ketika peserta diperkenalkan dengan teknologi solar dryer, yakni alat pengering tenaga surya yang dilengkapi sistem otomatisasi berbasis suhu dan kelembapan. Inovasi ini memungkinkan proses pengeringan biji kopi berlangsung lebih stabil dan higienis, sehingga mutu kopi tetap terjaga meskipun kondisi cuaca tidak menentu.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ketua tim pengabdian, Ilmam Zul Fahmi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas petani dari hulu hingga hilir.

“Kami ingin para petani tidak hanya mampu menghasilkan bibit unggul, tetapi juga memahami teknik budidaya dan pascapanen yang tepat agar kopi Srandil memiliki kualitas yang mampu bersaing,” ujarnya.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kopi endemik Srandil sebagai identitas lokal sekaligus sumber ekonomi masyarakat. Peningkatan keterampilan petani yang diiringi pemanfaatan teknologi tepat guna diharapkan mampu memperkuat tata kelola kopi di kawasan hutan Desa Tlekung agar lebih produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.

Pelatihan ini tidak sekadar membahas teknik bertani, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bahwa kopi lokal mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu