
PWMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Halalbihalal bagi seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus pada Rabu, (16/04/2025). Acara ini bertujuan menyatukan kembali gerak organisasi mahasiswa dalam bingkai silaturahmi yang memuat semangat kebersamaan, refleksi spiritual, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Kegiatan ini dihadiri fungsionaris dari berbagai organisasi mahasiswa, seperti BEMU, SEMU, KORKOM IMM, BEMFA, Komisariat IMM, SEFA, UKM, hingga HMPS. Mereka berkumpul bersama pimpinan universitas untuk merumuskan kembali arah gerakan mahasiswa. Rektor UMM, Nazaruddin Malik, hadir sebagai pemateri utama dan didampingi oleh ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Joko Widodo.

Adapn Nazar menekankan bahwa halalbihalal kali ini harus dimaknai lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Halalbihalal bukan sekadar ajang seremonial pasca-Ramadhan, kegiatan ini harus menjadi ruang konsolidasi ide dan energi baru, agar mahasiswa UMM tidak larut dalam kepasifan organisasi.
“Untuk itu, bidang kemahasiswaan tidak terpisah dari bidang akademik, karena sejatinya proses pendidikan yang utuh tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman sosial. Justru, kepemimpinan adalah pelajaran yang paling sulit, dan itu hanya bisa diasah lewat keterlibatan aktif di organisasi,” tegasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk melakukan refleksi dan pembaruan arah dalam kehidupan sosial yang penuh fluktuasi. Dalam konteks 30 tahun pasca-Reformasi, Nazaruddin menekankan pentingnya kesadaran akan dinamika siklus kehidupan. Di titik terendah itulah, menurutnya, kapasitas kepemimpinan sejati diuji. Ia menegaskan pentingnya adaptasi mahasiswa terhadap tantangan zaman, termasuk kemampuan menciptakan ‘efek pembalikan’ saat menghadapi krisis sosial, ekonomi, maupun psikologis di tengah masyarakat.
“Semangat ini harus menjadi kesungguhan hati untuk menjaga harapan dan meningkatkan kualitas diri yang lebih baik. Banyak mahasiswa kini dihadapkan pada situasi psikososial yang rentan akibat paparan informasi tak terfilter, sehingga kampus harus hadir sebagai pengingat dan penjaga semangat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk berpikir secara strategis, tidak hanya dalam lingkup kampus, tetapi juga pada isu-isu nasional dan global seperti ekonomi digital, geopolitik, dan konsolidasi sosial. Forum lintas organisasi, menurutnya, harus menjadi ruang diskusi yang konsisten dan berdampak.
Inklusif Bagi Seluruh Civitas Kampus

Pesan ini turut diperkuat oleh Joko Widodo, yang menyoroti pentingnya cara pandang positif dalam menjalani peran sebagai aktivis mahasiswa.
“Apapun yang dilihat dengan kacamata hitam akan selalu tampak buruk. Tapi kalau dilihat dengan kacamata bening, pasti ada celah kebaikan. Sukses bukan sekadar jabatan, tetapi tentang memberi manfaat di manapun berada. Menjadi apapun nanti, harapan saya kalian tetap memberi manfaat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa organisasi mahasiswa harus menjadi ruang yang dinamis, relevan, dan inklusif bagi seluruh sivitas kampus. Organisasi mahasiswa perlu menjadi wadah yang membangun semangat kepemimpinan dan keberanian untuk menyuarakan gagasan segar demi kemajuan bersama.
Menurutnya, mahasiswa perlu gairah baru dan energi baru untuk menggerakkan budaya berpikir kritis dan inovatif di tengah hiruk-pikuk kehidupan mahasiswa. Untuk itu, penting menjadikan Ormawa sebagai ruang yang inklusif, dinamis, dan inspiratif, Organisasi harus ada perubahan yang lebih baik, terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya karakter dan integritas.
Melalui momentum halalbihalal ini, diharapkan terjalin sinergi antar organisasi mahasiswa untuk saling menguatkan peran dan kontribusi strategisnya. Ia berharap seluruh fungsionaris Ormawa mampu menjadi pionir yang menghidupkan budaya diskusi dan tampil tangguh dalam memimpin perubahan. (*)
Penulis Hassan Al Wildan Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments