Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pengabdian masyarakat hingga ke tingkat internasional melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.
Program ini menjadi bagian dari strategi UMM dalam memperkuat kontribusi akademik dan sosial di kancah global. Pelepasan mahasiswa KKN Internasional tujuan Penang, Malaysia, dilaksanakan pada Selasa (20/01/2026) di Ruang Inovasi Bidang 4 UMM.
Sebanyak empat mahasiswa terpilih secara resmi dilepas dan dijadwalkan bertolak ke Malaysia pada Rabu (21/01/2026).
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyampaikan bahwa KKN Internasional tidak sekadar menjadi program pengabdian lintas negara, tetapi merupakan bagian dari agenda internasionalisasi UMM yang berlandaskan nilai kebermanfaatan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program tersebut mengemban peran strategis sebagai duta institusi di ruang global.
Menurutnya, KKN Internasional menjadi langkah awal bagi UMM dalam menghadirkan praktik pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan relevan secara internasional.
Mahasiswa diharapkan mampu menampilkan kompetensi akademik, kepekaan sosial, serta mengimplementasikan nilai-nilai kemuhammadiyahan dalam dinamika lintas budaya.
Lebih lanjut, Salis menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Internasional ini melibatkan kerja sama dengan Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai Malaysia).
Kolaborasi tersebut dipilih karena karakter komunitas Permai yang dinilai unik. Meskipun telah berasimilasi sebagai warga Malaysia, komunitas ini tetap memiliki keterikatan kultural dan emosional yang kuat dengan Indonesia, sehingga menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa UMM untuk menjalankan pengabdian berbasis interaksi lintas budaya.
Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM, Prof. Dr. Ir. Sutawi, MP., yang menyebut bahwa KKN Internasional ini merupakan program perdana yang diinisiasi oleh LPPM sebagai upaya pengembangan skema pengabdian berskala internasional.
Program tersebut difasilitasi oleh Bidang Kerja Sama di bawah koordinasi Wakil Rektor IV. Pada periode 2025–2026, UMM akan memprioritaskan penguatan jejaring pengabdian di kawasan ASEAN, meliputi Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan kawasan ASEAN sebagai fokus awal bertujuan agar model pengabdian yang dikembangkan dapat berjalan secara matang dan terukur.
Apabila program awal ini berhasil dan memberikan dampak signifikan, UMM berencana memperluas jejaring pengabdian hingga ke kawasan di luar ASEAN.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., menuturkan bahwa peserta KKN Internasional tidak hanya melaksanakan aktivitas sosial, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran akademik yang berkelanjutan.
Luaran tersebut meliputi penyusunan buku sejarah diplomasi Malaysia berbasis komunitas, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual dari hasil kajian fenomena sosial, serta publikasi ilmiah.
Melalui pendekatan integratif antara pengabdian, riset, dan publikasi, mahasiswa diharapkan mampu mengonversi pengalaman lintas budaya menjadi kontribusi akademik yang konkret bagi universitas maupun masyarakat.
Ke depan, UMM menargetkan peningkatan jumlah peserta KKN Internasional seiring dengan bertambahnya mitra luar negeri.
Program ini diharapkan menjadi salah satu unggulan pengabdian internasional UMM yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi nyata.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments