Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMM Kaji Peran Trans Jatim Dorong Ekonomi dan Wisata Malang Raya

Iklan Landscape Smamda
UMM Kaji Peran Trans Jatim Dorong Ekonomi dan Wisata Malang Raya
Kajian UMM sedang berlangsung di Rayz Hotel. Foto: Pribadi/PWMU.CO
pwmu.co -

Kehadiran Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya menjadi angin segar bagi penataan transportasi publik sekaligus penguatan sektor ekonomi dan pariwisata. Untuk membedah potensi tersebut, Tribun Network menggelar talk show bertajuk “Tribun Talks: Trans Jatim untuk Dongkrak Ekonomi dan Wisata Malang Raya” pada Rabu (17/12/2025) di Rayz Hotel UMM.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pemerintah daerah, hingga perwakilan paguyuban sopir angkutan kota. Forum ini menjadi ruang diskusi bersama untuk merumuskan masa depan konektivitas wilayah Malang Raya yang dikenal dengan sebutan Malang Senyawa.

Sejak diresmikan, animo masyarakat terhadap layanan Trans Jatim terbilang tinggi. Data menunjukkan rata-rata jumlah penumpang mencapai 4.000 orang per hari di wilayah Malang. Komposisi penumpang didominasi mahasiswa dan pelajar dengan tarif Rp2.500, serta penumpang umum dengan tarif Rp5.000. Tingginya tingkat keterisian tersebut menjadi bukti bahwa transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan sangat dirindukan warga Malang Raya setelah bertahun-tahun dihadapkan pada persoalan kemacetan.

Asisten Khusus Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan SDM UMM, Dr. Ratih Juliati, M.Si., menilai Trans Jatim sebagai tulang punggung aksesibilitas pariwisata berkelanjutan sesuai dengan Teori Konektivitas. Menurutnya, kesuksesan destinasi wisata sangat bergantung pada integrasi transportasi yang menjangkau pusat pendidikan dan area publik.

“Aksesibilitas ini menjadi pemantik untuk menggairahkan kembali Malang Raya. Trans Jatim menciptakan nilai pelayanan publik yang luar biasa, khususnya bagi mahasiswa dan pendatang,” tutur Ratih.

Ia menambahkan, optimalisasi aksesibilitas tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan mobilitas, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan UMKM di sekitar shelter. Setiap titik pemberhentian bus memiliki potensi besar menjadi pusat keramaian baru yang menggerakkan sektor perdagangan kecil.

“Efek domino terlihat dari munculnya pusat-pusat ekonomi baru di setiap shelter. Dengan transportasi publik yang lancar, ekonomi masyarakat bawah ikut bergerak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ratih menekankan bahwa keberhasilan inovasi transportasi ini harus menjadi momentum kolektif untuk membangun budaya bermobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama agar layanan Trans Jatim tetap relevan dalam jangka panjang.

“Trans Jatim bukan sekadar bus yang melintas, tetapi simbol sinergi Malang Senyawa yang menyatukan konektivitas, kenyamanan, dan keberlanjutan ekonomi dari hulu hingga hilir,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa kehadiran Trans Jatim bukan untuk mematikan transportasi lokal. Sebaliknya, layanan ini menjadi mesin transformasi bagi angkutan kota melalui skema integrasi sebagai feeder.

“Angkutan kota kini berfungsi sebagai pengumpan dari permukiman ke shelter utama. Penataan ini membuat angkot kembali optimal dan secara nyata menghidupkan pendapatan para pengemudinya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno, SP., MM. Ia mencatat adanya kebangkitan ekonomi di sekitar titik-titik pemberhentian Trans Jatim. Bahkan, sembilan jalur angkutan di Kota Batu yang sebelumnya mati suri kini mulai menggeliat kembali.

“Wisatawan memiliki pilihan mobilitas yang lebih efisien menuju Alun-Alun Kota Batu dan berbagai destinasi wisata tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi,” jelasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu